- Dua gagang pengisi daya Megawatt Flash Charger milik BYD ditemukan terikat rantai besi dan tidak bisa beroperasi.
- Insiden tersebut melumpuhkan fungsi fasilitas, mengancam keselamatan kendaraan, serta memicu spekulasi dugaan sabotase bisnis.
- Pihak BYD belum memberikan tanggapan resmi dan motif pasti pembatasan akses charger tersebut masih ditelusuri.
Suara.com - Stasiun pengisian daya atau charger listrik BYD mendadak jadi sorotan usai dua gagang pengisi daya pada fasilitas Megawatt Flash Charger ditemukan terikat rantai besi. Insiden yang mendadak viral di media sosial tersebut menyulut spekulasi mengenai dugaan sabotase hingga sengitnya persaingan bisnis stasiun pengisian daya kendaraan listrik.
Dikutip dari CarNewsChina, foto yang beredar menampilkan dua steker pengisi daya yang dikunci menjadi satu dengan rantai besi. Kondisi ini membuat fasilitas charger listrik BYD tidak dapat dioperasikan secara normal oleh para pemilik kendaraan listrik.
Apabila pengemudi memaksakan penggunaan salah satu steker, steker yang lain berisiko menghantam serta merusak bodi kendaraan. Tindakan destruktif ini tidak cuma melumpuhkan fungsi stasiun pengisian daya, namun juga mengancam keselamatan fisik mobil konsumen.
Meskipun kedua steker terkunci rapat, indikator lampu perangkat terpantau tetap menyala hijau dengan layar sistem yang beroperasi normal. Hal tersebut mengindikasikan bahwa hambatan yang terjadi murni merupakan gangguan akses fisik dan bukan akibat malfungsi sistem kelistrikan.
Hingga saat ini pihak BYD belum merilis tanggapan resmi terkait insiden tersebut, serta belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas aksi itu.
Viralnya peristiwa ini memicu beragam asumsi warganet. Sebagian pengguna media sosial sempat menuding produsen pesaing berada di balik aksi tersebut, kendati klaim itu belum didukung bukti valid.
Skenario lain yang dinilai lebih rasional adalah keterlibatan operator stasiun pengisian lokal berskala kecil yang terdesak oleh ekspansi masif jaringan pengisian cepat BYD. Bisnis pengisian daya arus searah di Tiongkok memang sangat kompetitif dengan margin keuntungan tipis sekitar 1 hingga 1,5 yuan per kWh.
Kehadiran BYD Megawatt Flash Charger yang menawarkan pengisian daya super cepat jelas meningkatkan tekanan persaingan bagi operator independen. Kendati demikian, motif pasti di balik aksi pembatasan akses charger tersebut masih dalam proses penelusuran.
Fenomena ini kian menegaskan pentingnya pengawasan keamanan pada infrastruktur pengisian daya publik seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi kendaraan listrik.