- PT Hyundai Motors Indonesia mencatat Stargazer Cartenz sebagai kontributor terbesar penjualan berkat strategi penyesuaian harga pada Juli 2026.
- Model Hyundai Creta dan Palisade berhasil memimpin pangsa pasar di kategori masing-masing sepanjang Januari hingga September 2026.
- Hyundai mengamankan pertumbuhan total penjualan sebesar 15 persen pada 2026 melalui penerapan strategi teknologi penggerak menyeluruh.
Suara.com - PT Hyundai Motors Indonesia mengungkap model utama yang menjadi penopang kinerja penjualannya sepanjang 2026. Stargazer Cartenz tampil sebagai kontributor terbesar dengan menyumbang lebih dari 75 persen terhadap total penjualan perusahaan.
Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan penyesuaian harga menjadi salah satu langkah strategis untuk mendongkrak performa Stargazer Cartenz.
"Jadi di bulan Juli waktu bertepatan dengan GIIAS, kita launching repricing harga. Nah dari repricing itu kita bisa mempertahankan angkanya dari 600-700 sampai sekarang sudah di atas 1000,” ujar Frans di Jakarta, Jumat (6 November 2026).
Langkah tersebut memperkuat daya saing Stargazer Cartenz di pasar. Pada kuartal III 2026, model ini berhasil menduduki posisi kedua segmen MPV di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Bangka Belitung.
Selain Stargazer Cartenz, Hyundai mengandalkan Creta di kategori SUV bermesin bensin. Model ini diklaim memimpin pasar sepanjang Januari hingga September 2026 dengan pangsa pasar mencapai 26,3 persen.
"Creta kita tahu bahwa di segmen tersebut banyak sekali pemain-pemain baru yang masuk. Tapi kami mengambil sikap bahwa untuk combustion engine, Creta harus tetap nomor satu dan itu terbuktikan," kata Frans.
Jajaran kendaraan hybrid Hyundai juga menunjukkan capaian positif. Palisade memimpin segmen SUV E dan F dengan pangsa pasar mendekati 40 persen. Sementara itu, Santa Fe mencatatkan kenaikan penjualan lebih dari 30 persen.
Secara keseluruhan, Hyundai mengklaim mampu mengamankan pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen sepanjang 2026 di tengah dinamika industri otomotif nasional yang penuh tantangan.
"Dari market yang tumbuh kita bisa tetap grow sebesar 15 persen. Jadi kalau ditanya kira-kira jualannya sekarang berapa? Ya kira-kira 1.500 level. Padahal pressure-nya sangat-sangat kuat," jelasnya.
Guna menjaga konsistensi di Tanah Air, Hyundai menerapkan strategi penawaran teknologi penggerak secara menyeluruh, mencakup mesin bensin, hybrid, hingga listrik.
"Hyundai tetap mempertahankan balance all terrain sebagai strategi kita untuk penetrasi ke otomotif Indonesia," tutup Frans.