SuaraPekanbaru.id- Kabar yang menyebutkan kalau Venna Melinda mendatangi Polda Jawa Timur secara diam-diam, untuk menemui Ferry Irawan di tanggal 24 Februari 2023 lalu, dibantah.
Venna datang ke Polda Jatim hanya untuk melengkapi berkas laporan kasus dugaan KDRT yang menimpanya.
"Bu Venna datang ke Polda Jatim atas dasar pelengkapan berkas atau P19," begitu kata kuas hukum Venna Melinda, Noor Akhmad Riyadhi, Kamis (9/3/2023).
Seperti yang diketahui kalau Venna Melinda diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh Ferry Irawan disebuah hotel, yang ada di wilayah Kota Kediri.
Setelahnya, Venna Melinda diminta untuk berjumpa dengan Ferry Irawan, karena mengajukan permohonon restorative justice.
"Pak Ferry pada tanggal 17 Januari 2023, telah mengirimkan surat ke Kapolda Jatim. Intinya untuk meminta restorative justice. Pada tanggal 24 tersebut, kebetulan Venna ditemui langsung oleh Pak Dirkrimum, jadi akhirnya digelar restorative justice itu,” beber Noor Akhmad Riyadhi meluruskan.
Noor juga mengatakan, jika dalam pertemuan itu Venna Melinda dan Ferry Irawan turut didampingi oleh petinggi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, termasuk seorang penyidik.
"Ada Bu Venna, Pak Ferry, Pak Dir Krimum, Pak Kanit dan ibu penyidik," ungkapnya.
Namun demikain, proses restorative justice antara Venna Melinda dan Ferry Irawan ternyata menemukan kebuntuan.
Karena Ferry masih keukeuh kalau dirinya tidak melakukan tindakan KDRT terhadap Venna Melinda.
Pertemuan tersebut selesai, dan tidak ada unsur pemaksaan yang dilakukan oleh ibu Verrell Bramasta kepada Ferry Irawan.
"Gimana coba cara maksanya? Waktu itu ada Pak Dir Krimum. Beliau itu orang paling tinggi loh di sana, setelah Kapolda. Gimana cara maksanya, cara intimidasinya?" ungkap Noor Akhmad Riyadhi.
Menurutnya, tidak mungkin Venna Melinda melakukan instimidasi kepada Ferry Irawan, untuk mau mengakui perbuatannya.
"Tidak mungkinlah seorang perempuan, mengintimidasi terlapor atau yang sudah jadi tersangka. Apalagi yang meminta restorative justice adalah pihak Pak Ferry. Tidak mungkin Bu Venna mengintimidasi," kata dia.
Kabar sebelumnya menyebutkan kalau Venna Melinda dituduh memalsukan bukti ketika melaporkan tindak KDRT Ferry Irawan di tanggal 8 Januari 2023 lalu.
Tuduhan tersebut muncul dari dari tim kuasa hukum Ferry, usai berkas perkara tidak kunjung diserahkan ke kejaksaan. Venna juga dituding datang ke Polda Jatim secara sembunyi-sembunyi, untuk memaksa Ferry mengakui KDRTnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Wajib Waspada, Ini Tiga Pemain Berbahaya Meksiko
-
Ulasan Film Garuda di Dadaku: Animasi Epik yang Membakar Semangat Muda!
-
BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Hunian, Kendaraan, dan Liburan Impian
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
Dua Sisi: Belajar Menerima Kehidupan dari Berbagai Sudut Pandang
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?
-
Khofifah Salurkan Bansos Rp2,27 Miliar di Probolinggo, Dorong Kemandirian dan Kurangi Kemiskinan
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April