/
Senin, 03 April 2023 | 06:56 WIB
Tangkapan layar Ustaz Adi. Pencaramah nasional, Ustazd Adi Hidayat atau UAH menjelaskan dasar atau landasan dua doa yang sering diamalkan setiap kali akan berbuka puasa. (TikTok)

SuaraPekanbaru.id - Dalam semua kegiatan yang akan dilakukan, umat Islam selalu diperintahkan Allah SWT untuk selalu dimulai dengan doa.

Sebagaimana diketahui, Allah SWT menganjurkan umatnya setiap kali mengawali kegiatan diawali dengan doa, minimal mengucap bacaan basmallah.

Ada banyak doa populer yang sering diajarkan secara turun temurun dalam hal ketika akan memulai satu kegiatan.

Satu di antaranya adalah doa ketika mau berbuka puasa di Bulan Suci Ramadan. Ada satu doa buka puasa yang sangat populer selama ini, tetapi ternyata dipermasalahkan oleh para ulama besar.

Dalam kaitannya dengan doa untuk buka puasa, Ustaz Adi Hidayat kemudian mengupas dalam satu kajian.

Kajian yang diulas dan dibedah UAH sapaan ustadz Adi hidayat, satu di antaranya tentang paduan doa berbuka puasa.

Dijelaskan UAH, panduan doa untuk berbuka puasa ini tentu saja harus benar dan shahih berdasar pada hukum dan contoh Nabi Muhammad SAW.

Nah, ketika akan berbuka puasa biasa ada dua doa yang sering diamalkan dan bisa menjadi pilihan bagi umat muslim.

Dikutip Suara Pekanbaru dari kanal YouTube Ukhti HTA berikut adalah dua penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang doa berbuka puasa.

Baca Juga: Duh! Suami Menyusu ke Istri, Sering Lagi, Bagaimana Hukumnya? Buya Yahya Singgung Perceraian: Batal dong Nikahnya

1. Merujuk pada Abu Daud hadis 2357

Dalam doa buka puasa yang pertama, adalah merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadis 2357.

Doa yang dimaksud sangat populer bahkan masuk dalam kajian-kajian pembelajaran di tempat pendidikan formal maupun non-formal.

Bunyi dari doa pertama atau yang sangat populer ini adalah sebagai berikut: 

"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"

Artinya :
"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih".

Nah, doa yang sangat populer ini dikatakan UAH ternyata masih diperselisihkan oleh sejumlah ulama besar.

Banyak dari para ulama mengatakan jika doa buka puasa yang sangat populer tersebut adalah dhaif.

Akan tetapi, UAH juga menjelaskan ada ulama besar lainnya yang menilai doa buka puasa paling populer tersebut shahih.

2. Merujuk pernyataan Abu Daud nomor hadis 2358

Kemudian yang kedua adalah doa buka puasa yang kurang populer. Namun, doa ini sama sekali belum pernah diperselisihkan.

'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'

Artinya:
"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

Meski begitu, Adi Hidayat mengatakan jika ada yang membacakan atau mengamalkan doa buka puasa yang kedua, bukan berarti menyalahkan doa buka puasa yang sangat populer atau yang pertama.
 
Dijelaskan UAH, kedua doa buka puasa tersebut memiliki sandaran hadits. UAH kemudian mengatakan, meski statusnya lebih lemah dari doa buka puasa kedua, akan tetapi tidak boleh menyalahkan jika ada yang berdoa dengan pilihan pertama.

Dalam hal ini Ustadz Adi Hidayat menganjurkan untuk membaca doa buka puasa dengan bacaan yang kedua.

UAS dalam hal ini tidak pernah menyalahkan jika bacaan doa yang pertama salah atau tidak dianjurkan. (*)

Sumber: YouTube Ukhti HTA



Load More