/
Sabtu, 22 April 2023 | 13:15 WIB
Ustadz Abdul Somad menjelaskan soal tradisi saling memaafkan pada saat momen hari Lebaran Idul Fitri. (Foto: Youtube)

SUARA PEKANBARU- Lebaran Idul Fitri adalah momentum kumpul keluarga dan saling bermafaan. Tradisi saling memaafkan lekat dalam Idul Fitri, baik dilakukan keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, dan semua lapisan masyarakat.

Sebagai seorang muslim harus mengetahui hukum dari sebuah perbuatan, sebelum melakukan amalan. Termasuk ketika melakukan maaf-maafan di Idul Fitri.

Dalam YouTube Islam Kaffah, Ustadz Abdul Somad mengatakan soal hukum tradisi minta maaf ketika Lebaran Idul Fitri.

Terkait dengan hal itu, menurut Ustadz Abdul Somad secara tegas mengatakan kalau meminta maaf terhadap sesama manusia, dilakukan setiap saat tanpa harus menunggu Idul Fitri.

"Tentang masalah minta maaf tidak musti menunggu Idul Fitri," ucap Ustadz Abdul Somad.

Menurut pria yang akrab disapa UAS asal Kota Pekanbaru ini menyebut, tradisi memaafkan adalah tradisi yang ada di Indonesia.

"Jadi mohon maaf lahir dan batin itu adalah tradisi kita," kata UAS.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, tidak menemukan tradisi maaf-maafan pada orang Mesir atau Maroko.

"Saya tidak melihat orang Mesir, orang Maroko, tidak ada mereka minta maaf pada Idul Fitri," jelasnya.

Baca Juga: Begini Kata Ustadz Abdul Somad Kalau Anak Punya Utang ke Orangtua yang Sudah Meninggal

Kata dia di negara tersebut, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan kalau minta maaf dilakukan ketiak seseorang berbuat salah.

"Jadi kita tetap minta maaf ya langsung setelah kekhilafan. Kesalahan langsung minta maaf," kata dia.

Kemudian apakah tradisi maaf-amaafn di Idul Fitri adalah sesuatu yang salah dan berdosa?

"Tapi tradisi itu baik bukan berarti salah, bukan bid'ah," ungkapnya.

Karena dengan tradisi yang seperti dilakukan pada momentum lebaran usai melaksanakan puasa Ramadan, menjadi nilai positif dan baik untuk dilakukan, dan mendatangkan nilai positif. (*)

Load More