SUARA PEKANBARU - Buat penonton setia drama Korea "The World Of The Married", pasti sudah tidak asing dengan nama Han So Hee.
Namanya melejit karena memerankan karakter Yudha Kyung, pelakor yang berhasil memancing emosi penonton.
Terlepas dari karakternya, kecantikan Han So Heedengan mudah menarik perhatian, bahkan yang mengatakan jika perempuan kelahiran 1991 ini mirip dengan aktris Korea Selatan, Song Hye-kyo.
Dikutip dari akun Youtube Pricebook Beauty pada Kamis, 5 Oktober 2023, tentu aja, kamu semua pasti bertanya-tanya, dong, rutinitas apa sih yang biasa Han So Hee lakukan untuk menjaga kecantikannya?
Kita intip rahasia kecantikan Han So Hee yang memang berhubungan erat dengan kondisi kulit.
Han So Hee mengaku ia mencoba tidur setidaknya empat jam sehari. Dalam wawancara bersama Showbiz Korea Ariran.
Dia menyatakan bahwa tidur sangat erat dengan kesehatan kulit. Jadi, ia selalu mengusahakan tidur yang cukup setiap hari.
Sebagai satu di antara bintang papan atas Korea Selatan, tentunya Han So Hee kerap dihadapkan dengan berbagai jadwal padat.
Empat jam merupakan waktu tidurnya yang maksimal. Namun, perlu diketahui, abies bahwa tidur selama empat jam saja dalam sehari juga dinilai belum cukup.
Baca Juga: Kabar Baik! PNS PPPK Punya Jenjang Karir, Tunjangan dan Pensiunan Setara Melalui UU ASN
Jumlah tidur ideal adalah sekitar 7-9 jam perhari agar kulit wajah tetap glowing dan fresh.
Meremajakan kulit dan produksi kolagen pada kulit pun akan aman terkendali, hingga tanda penuaan bisa dicegah.
Karena kolagen mampu menghalangi pembentukan kerutan di wajah. Namun, saat waktu tidur terganggu, pastinya kerutan yang terbentuk akan lebih banyak, dan wajah terlihat lebih tua atau terjadi penuaan dini pada kulit wajah.
Jadi, jangan keseringan begadang dan membunuh jam tidurmu sendiri, ya. Waktu tidur sebanyak empat jam mungkin masih terlalu sedikit.
Namun, perempuan kelahiran 1991 ini mencoba untuk memanfaatkan sebanyak mungkin tambahan waktu untuk beristirahat.
Sadar akan jadwal yang berantakan, Han So Hee pun selalu berinisiatif untuk mencuri-curi waktu di tengah kesibukannya untuk istirahat.
Tag
Berita Terkait
-
Udara Lagi Panas-Panasnya, Haruskah Memakai Sunscreen? Ternyata Ini Manfaat Besar Tabir Surya Setiap Hari
-
Cara Mudah Mengangkat Daki dan Mencerahkan Kulit Tangan Pakai Lulur Buatan Sendiri
-
Masker Buatan dari Kopi dan Aloe Vera Gel, Perawatan Kecantikan 10 Menit Beres
-
Cara Terbaik Perawatan Wajah Iritasi, Gatal-Gatal 5 Menitan Langsung Hilang
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan
-
Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan
-
Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing
-
Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?
-
20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi