SUARA PEKANBARU - Amer Ashour benar-benar tak berdaya saat mendengar sang istri yang sedang hamil mulai merasakan nyeri ketika akan persalinan. Dia gelap mata lantaran di saat yang samaa Israel mulai membombardir Jalur Gaza yang terkepung pada malam Sabtu, 8 Oktober 2023.
Mereka bergegas ke rumah sakit bersalin terdekat di mana pasangan tersebut diberkati dengan kelahiran seorang bayi laki-laki, anak kedua mereka.
Namun, yang tidak mereka harapkan adalah ketika pulang ke rumah justru menemukan tidak ada jejaknya kecuali tumpukan puing dan batu.
Pasukan Israel membombardir gedung 11 lantai tempat pasangan tersebut tinggal, di lingkungan Al-Nasr di sebelah barat Kota Gaza, setelah kelompok bersenjata Palestina, Hamas, meluncurkan serangan tak terduga di dalam Israel pada Sabtu sebelumnya.
"Apa yang paling saya takuti ketika eskalasi dimulai adalah istri saya hendak melahirkan. Saya khawatir bagaimana kami akan sampai ke rumah sakit di tengah terus menerusnya serangan," kata Ashour kepada Al Jazeera.
"Tapi sama sekali saya tidak mengharapkan rumah saya akan dibom dan hancur seperti saat ini," kata dia.
Israel pada hari Minggu menyatakan "keadaan perang" dan menyetujui "langkah-langkah militer untuk melakukan serangan" setelah serangan mengejutkan Hamas.
Pertempuran sengit yang menyusul telah menewaskan lebih dari 1.000 orang - termasuk setidaknya 400 di Gaza - dan melukai ribuan orang di kedua belah pihak.
"Pukul empat pagi, saya terkejut mendapat panggilan untuk kami mengungsi dari menara, yang telah diancam akan dibom oleh Israel," kata Al-Hassi kepada Al Jazeera.
Kendaraan pertahanan sipil dan ambulans bergegas untuk mengevakuasi penghuni gedung beberapa menit sebelum dibom, menyebabkan kepanikan di antara keluarga yang tinggal di sana.
"Sampai saat ini, saya masih terkejut bahwa menara itu menjadi sasaran. Menara perumahan dan sipil par excellence, dengan klinik, perusahaan, dan pusat kecantikan? Di mana aktivitas militer yang diklaim Israel?" kata Al-Hassi kepada Al Jazeera.
"Sekarang kita semua, saudara saya dan keluarga saya, menjadi tunawisma dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Youssef Al-Bawab, yang tinggal di gedung seberang Menara Al-Watan, mengatakan kepada Al Jazeera.
"Kami merasa sangat ketakutan. Menara itu hanya beberapa meter dari kami dan itu adalah menara sipil. Kami tidak melihat aktivitas perlawanan di dalamnya seperti yang diklaim oleh Israel," ucapnya.
Gedung tempat Al-Bawab tinggal dengan 150 orang lainnya rusak parah dan tidak dapat dihuni.
Beberapa rumah dan bangunan lain di sekitar Menara Al-Watan juga rusak parah setelah serangan bom.
Berita Terkait
-
KBRI Amman: Tak Ada WNI Jadi Korban Serangan Israel Di Gaza
-
Israel Resmi Deklarasikan Perang Lawan Hamas! Hezbollah Lancarkan Mortir Dukung Palestina
-
Menlu Palestina Minta Negara-Negara Satu Suara Hentikan Israel Membunuh 'Seluruh' Warga Gaza
-
Baru Dua Hari Perang, 1.000 Lebih Warga Israel-Palestina Tewas Jadi Korban
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan