SUARA PEKANBARU - Hamas mengatakan pengiriman kapal induk AS adalah sebuah agresi terhadap rakyat Palestina.
Kelompok militan Islam Hamas pada Minggu, 8 Oktober 2023 menuduh Amerika Serikat mengambil bagian dalam “agresi terhadap rakyat Palestina” dengan mengirimkan kapal induk Angkatan Laut ke Laut Mediterania bagian timur.
“Gerakan-gerakan ini tidak membuat takut rakyat kami atau perlawanan mereka, yang akan terus membela rakyat kami dan tempat-tempat suci kami,” kata juru bicara Hamas Hazem Kassem dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari suara.com.
Kapal induk Angkatan Laut termasuk USS Gerald R. Ford dilengkapi tenaga nuklir, disertai dengan kapal perusak berpeluru kendali dan kapal penjelajah berpeluru kendali.
"AS juga menempatkan lebih banyak jet tempur ke Timur Tengah, sebagai pencegah Hizbullah di Lebanon dan kelompok militan lainnya yang bersekutu melawan Israel," kata para pejabat.
Dikutip pekanbaru.suara.com dari melayu.palinfo.com pada Senin, 9 Oktober 2023, ada beberapa pon yang berhasil dirangkum, di antaranya:
1. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa akibat agresi Zionis di Jalur Gaza, jumlah korban gugur tewas telah meningkat menjadi 413 warga, termasuk 78 anak-anak dan 41 wanita, sejak kemarin.
2. Jumlah korban luka juga meningkat menjadi 2300 orang, termasuk 213 anak-anak dan 140 wanita, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.
3. Terdapat 8 pembantaian terhadap keluarga di Gaza yang telah merenggut nyawa sekitar 54 warga, seperti yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Perawatan Kecantikan Red Lipsss, Perhatikan Penggunaan Foundation dan Concealer
4. Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa intensitas agresi Israel menciptakan kompleksitas masalah di bidang kesehatan, karena terjadi kekurangan obat-obatan, bahan medis, dan bahan bakar akibat blokade Israel.
5. Krisis listrik yang berkelanjutan menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, mengancam ratusan nyawa warga yang terluka dan sakit di departemen-departemen yang sensitif. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Radio Israel: Rakyat Gaza Bersatu Melawan, Serangan Hamas di Israel Tewaskan 10 Warga Nepal
-
Iran Mendadak Telepon Taliban: Saudaraku Mari Kita Bebaskan Palestina dan Al Aqsa
-
Mohammed Salah Saksi Kejamnya Israel Membombardir Gaza: Rakyat Palestina Punya Hak Melawan, Warga Gaza Tak Punya Tempat Mengungsi Lagi
-
Penyerbuan Hamas ke Israel Dirayakan di Australia, Inggris hingga Jerman: Palestina Akan Bebas
-
KERAS! Jika Israel Terus Bombardir Gaza, Jubir Brigade Al Qassam: Setiap Serangan akan Mengurangi Nyawa Sandera yang Ditawan
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan THR 2026, Perusahaan Wajib Bayar Maksimal H-7 Lebaran
-
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Menteri Agama Yaqut Terkait Kasus Korupsi Haji Rp1 Triliun!
-
Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan
-
Alasan Revisi Outlook Negatif Ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings
-
Ambisi Transisi Energi Bersih Indonesia, Seberapa Siapkah SDM Industri Surya?
-
Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan
-
Terbukti Selingkuh, Hakim di Sulteng dan Sabang Dipecat, Ada yang Tega Palsukan Data Istri
-
Riwayat Pendidikan Ruce Nuenda, Ternyata Lulusan Sarjana di Kampus Ini
-
Pekan Ramadan 2026 Digelar di PRSU, Catat Tanggalnya
-
Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik