Ponorogo.suara.com – Kondisi jalan Raya Ngebel di Desa Ngerumpit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo memang membuat masyarakat mengelus dada. Bayangkan Jalur yang cukup padat dilalui berbagai kendaraan bermotor dari roda dua, mobil hingga truk, harus berjalan ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke lubang jalanan yang panjangnya tidak lebih dari 100 meter.
seringnya kecelakaan tunggal akibat terperosok lubang jalan, warga hanya bisa memasang spanduk hati-hati di setiap bahu jalan. namun spanduk-spanduk yang dipasang tidak hanya berisikan peringatan bagi pengguna jalan, tetapi juga berisi protes dengan nada sarkas
Purwanto, (370 warga desa ngerumpit mengaku, kerusakan jalan tersebut memang sudah sangat lama terjadi, bahkan yang jatuh dari motor sudah tidak bisa dihitung oleh jari. sejumlah petugas dari instansi terkait yang datang juga hanya melakukan pengecekan dan pengukuran, namun hingga saat ini belum juga dilakukan perbaikan.
“pihak pemda yang datang hanya mengukur, namun ya tidak ada perbaikan.” Ujarnya saat dikunjungi ponorogo.suara.com sabtu (4/3/2023)
Kondisi jalan yang rusak parah sedikit demi sedikit juga mulai berdampak langsung ke masyarakat, roda ekonomi dikawasan jalan rusak mulai tersendat, bahkan debu jalanan mulai berdampak ke Kesehatan anak-anak.
Tony, salah satu warga lainnya mengatakan, debu yang bertebaran akibat jalan rusak mulai mengganggu Kesehatan anak-anak seperti gangguan pernafasan yang diduga akibat menghirup debu pekat jalan.
“ada mas anak-anak yang mulai batuk saat malem tiba, diduga akibat debu, salah satunya keponakan saya” ujar tony
Warga berharap, jalan raya ngebel yang panjangnya tidak mencapai seratus meter ini bisa segera mendapat perhatian pemerintah. perbaikan jalan rusak tidak hanya menjaga keselamatan penguna jalan dan kesehatan warga, tetapi juga menggerakan roda perekonomian warga sekitar
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
TNI Dikirim ke Gaza, Misi Damai atau Jebakan Perang Maut Lawan Hamas?
-
Shazam!: Ketika Kekuatan Dewa Bertemu dengan Jiwa Remaja yang Jenaka, Sahur Ini di Trans TV
-
Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga JKK-JKM
-
3 Cara Memakai Blush On agar Terlihat Muda dan Wajah Lebih Segar
-
4 OOTD Layering Ala Bae In Hyuk, Minimalis tapi Tetap Fashionable
-
Lawan Bayern Munich di 16 Besar, Atalanta Ogah Gemetar Hadapi Harry Kane Cs
-
The Legend of Tarzan: Kembalinya Sang Raja Rimba dan Isu Kolonialisme, Malam Ini di Trans TV
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Man City vs Real Madrid, Chelsea Tantang PSG
-
Hukuman Pelaku atau Perbaikan Sistem? Menolak Narasi "Oknum" yang Berulang