- TNI menegaskan identitas empat anggota BAIS tersangka penyiraman aktivis Andrie Yunus akan diungkap saat sidang militer terbuka.
- Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyatakan perbedaan motif serangan akan dibuktikan secara transparan di dalam fakta persidangan.
- TNI memastikan proses hukum tetap dijalankan melalui peradilan militer karena para tersangka merupakan anggota militer yang aktif.
Suara.com - TNI belum menampilkan wajah dan membuka identitas keempat anggota BAIS tersangka kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Publik diminta menunggu karena seluruhnya akan diungkap dalam persidangan yang digelar di peradilan militer secara terbuka.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan para tersangka akan dihadirkan langsung di hadapan publik dalam persidangan nanti.
“Nanti akan terlihat, di sidang kan akan juga dihadirkan. Dan ini akan dilakukan, sekali lagi akan terbuka dan kita profesional,” ujar Aulia saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Selain soal identitas tersangka, Kapuspen TNI juga menanggapi adanya perbedaan temuan mengenai motif di balik serangan tersebut.
Sebelumnya, pihak Oditurat menyatakan motif serangan adalah dendam pribadi, sementara hasil investigasi lain menduga adanya perencanaan matang di sebuah rumah dinas instansi intelijen (BAIS).
Menyikapi hal tersebut, Aulia meminta publik untuk menunggu pembuktian di fakta persidangan. Ia meyakini segala detail mengenai motif akan terbuka lebar saat sidang berlangsung.
“Saya pikir kalau nanti sudah dijelaskan motifnya Bahwa ini pribadi dan itu akan nanti kita lihat disidang Akan terbuka, bisa dilihat semua nanti akan dijelaskan disana di sidang,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga merespons langkah korban, Andrie Yunus, yang mengajukan surat ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan harapan kasus ini bisa diadili di peradilan sipil.
Namun, Aulia tetap pada pendirian bahwa prosedur hukum harus mengikuti status para pelaku sebagai prajurit.
“Peradilan kita tetap sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku Itu dilakukan di peradilan militer,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa tidak ada kepentingan lain di balik pemilihan peradilan militer selain kepatuhan terhadap undang-undang yang mengatur anggota militer aktif.
“Karena pelakunya semua kan anggota aktif. Tidak ada, jadi memang itu sudah kita jelaskan bahwa tersangkanya itu anggota militer aktif Dan ini sesuai dengan peraturan perundangan Dilakukan di peradilan militer,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
5 Serum Vitamin C Brand Lokal untuk Wajah Kusam, Bikin Kulit Lebih Cerah Sesuai Review
-
Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja