ponorogo.suara.com – Puluhan warga Jumat (24/3/23) dini hari terlibat perang sarung di Alon-Alon Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Dalam aksi yang diunggah di sosial media tersebut, puluhan warga yang didominasi anak-anak muda ini saling sabet dengan menggunakan sarung di lapangan pusat kota Reog.
aktivitas tersebut memicu keresahan masyarakat karena bersifat kekerasan dan bisa membuat cidera. kendati demikian, pelaku perang sarung sengaja memanfaatkan malam bulan suci ramadan untuk mengisi waktu sembari menunggu waktu sahur tiba.
Menyikapi fenomena kekerasan tersebut, Mapolres Ponorogo mengancam akan membubarkan budaya perang sarung yang bisa berdampak buruk ke masyarakat Ponorogo
Kanit Patroli Sat Samapta, Ipda Toni Gerindra, mengatakan pembubaran kegiatan perang sarung karena berpotensi mengganggu ketertiban dan berbahaya. Apalagi berdasarkan pantauannya, antar peserta satu dengan lainnya tidak saling mengenal lantaran ketika digelar, jumlah peserta bisa semakin bertambah.
“Bisa jadi saat kegiatan berlangsung timbul gesekan sehingga bisa memancing keributan.Belum lagi potensi bahaya lainnya, misalnya sarung diisi dengan batu atau senjata tajam” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com
Fenomena kekerasan perang sarung memang tidak hanya terjadi di Ponorogo, Jawa Timur, Di Jakarta Barat, aksi perang sarung bahkan berlanjut menjadi tawuran antar warga hingga mengakibatan satu orang meninggal dunia dengan luka sabetan senjata tajam di bagian punggungnya.
Sementara di Purworejo Jawa Tengah sedikitnya 13 pemuda diamankan aparat kepolisian karena memodifikasi sarung dengan cara dibendel dan diisi batu untuk tradisi perang sarung.
Oleh sebab itu, mengingat besarnya mudharat budaya perang sarung, Aparat Kepolisian Polres Ponorogo akan terus menggelar Patroli menjelang sahur di Kawasan yang sering digunakan untuk aksi perang sarung tersebut untuk memastikan budaya tersebut tidak terjadi di Bumi Reog
Baca Juga: Patung Bunda Maria di Kulon Progo Ditutup Terpal, Ini Aturan Izin Mendirikan Rumah Ibadah
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim