Ponorogo.suara.com – Operasi Pekat Semeru yang dilancarkan Aparat Kepolisian Polres Ponorogo terus membuahkan hasil. Di Bulan suci ramadan yang sudah berjalan setengah bulan ini, petugas berhasil menyita Ratusan liter minuman keras lokal yang sering di sebut Arak Jowo (arjo) dari pedagang.
Kasat Narkoba, AKP Akhmad Khusen menuturkan, Pengungkapan perdagangan minuman beralkohol dosis tinggi tersebut diketahui dari informasi warga bahwa ada perdagangan miras di kecamatan kota
“Jelang Ramadhan beberapa waktu lalu, kita berhasil mengamankan 210liter miras jenis Arjo,” ungkapnya, Sabtu (1/4/2023).
Dari hasil operasi tersebut selain mengamankan barang bukti 210liter miras jenis arjo dan seorang pedagang yang berinisial RI warga Kecamatan Kota Ponorogo juga digelangdang petugas untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya
Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa setiap satu setengah liter miras yang dia jual ke masyarakat dikenakan biaya 100 ribu rupiah. Ia menambahkan, miras sendiri didapatkan pelaku dari wilayah Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
“Setiap satu botol isi 1,5 liter Arjo itu dihargai Rp 100 ribu,” ungkap Kasat Resnarkoba.
Meski barang bukti disita, pihak kepolisian tidak menahan pelaku karena perbuatan pelaku termasuk tindak pidana ringan (tipiring)
“Kita tidak lakukan penahanan, sebab termasuk tindak pidana ringan,” pungkasny
Baca Juga: Belum Agustus, Rieke Diah Pitaloka Mendadak Ucapkan Selamat HUT RI ke-80, Kok Bisa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan