ponorogo.suara.com – Puluhan warga korban tanah gerak yang tinggal di Desa Tumpuk, Kecamatan sawoo, Kabupaten, Ponorogo, Jawa Timur hanya bisa pasrah harus melaksanakan Ibadah Ramadan di tanah pengungsian, Gedung TK Dharma wanita desa setempat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Surono, menuturkan, warga terpaksa masih bertahan di bangunan pengungsian karena proses administrasi pembangunan Hunian Sementara di lahan relokasi masih berjalan
surono menjelaskan, terkait koordinasi dengan beberapa instansi terkait lahan relokasi untuk pengungsi tanah gerak Desa Tumpuk sudah selesai tanpa kendala, namun, masih ada proses lagi terkait adminitrasi
Surono menekankan, Penyelesaian Proses administrasi dan prosedur oleh pihak BPBD Ponorogo adalah hal penting, agar tidak ada persoalan hukum di masa mendatang.
“Ya masih dalam proses ini, misal administrasi surat dari gubernur, Perhutani, maupun surat rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung,” katanya. Selasa (11/4/23)
Surono menambahkan, proses waktu yang dibutuhan untuk menyeleseikan proses administrasi diperkirakan mencapai 2 bulan lagi dari hari ini. Ia berharap warga korban tanah gerak yang mengungsi di TK Dharma Wanita agar bisa bersabar dan tetap semangat
“Proses waktunya memang agak panjang. InsyaAllah tidak sampai 3 bulan, paling lambat ya 2 bulan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebanyak 42 warga Desa Tumpuk mengungsi akibat tanah gerak yang terjadi di pemukiman serta merusak puluhan rumah dan membahayakan warga setempat.
Petugas BPBD yang mengetahui peristiwa tersebut langsung mengevakuasi korban dan memindahkan para korban ke bangunan TK yang tidak terpakai.
Baca Juga: Konten Sahur di Kolam Renang Sepi Penonton, Ria Ricis Dicibir Warganet: Unfaedah
Dalam penanganannya, Pemkab Ponorogo sudah mempersiapkan lahan relokasi, sementara Pemprov Jatim menyiapkan bangunan huntara dengan anggaran setiap bangunan sebesar 50 juta rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Biaya Kuliah Unsri 2026 Terbaru, Kedokteran Tembus Rp200 Juta, Jurusan Lain Berapa?