Suara Ponorogo – Masih ditemukannya aksi menerbangkan balon tanpa awak di Wilayah Ponorogo, Jawa Timur mendapatkan perhatian serius dari Polres Ponorogo.
Kasat reskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia menekankan, pihaknya tidak segan-segan menjerat pelaku dengan pasal berlapis untuk menimbulkan efek jera.
Nikolas menjelaskan, menerbangkan balon udara tanpa awak yang dilengkapi petasan atau peledak dapat dijerat dengan pasal Undang-undang darurat dan juga bisa ditambahkan dengan undang-undang penerbangan.
“ya kalau masih menerbangkan kita bisa jerat dengan undang-undang darurat dan undang undang penerbangan” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com, Jumat (28/4/23)
Mantan Kasat Reskrim Polres Ngajuk menegaskan, pemidanaan pelaku yang menerbangkan balon udara pernah dilakukan Polres Ponorogo pada tahun 2022 silam, yang dimana pelaku sudah di vonis dan menjalani hukuman pidana
“kita ketahui sendiri, tahun lalu, kita berhasil menangkap pelaku pelaku yang menerbangkan balon udara, dan dengan Kerjasama dengan PPNS kementerian perhubungan pelaku berhasi dibawa ke meja hijau dan sudah divonis pengadilan” jelasnya.
Nikolas menambahkan, meski penerbangan balon udara tanpa awak masih ditemui, namun secara prosentase, tahun 2023 ini sudah sangat berkurang drastis dibanding tahun 2022 dan tahun 2021 silam
Data Polres Ponorogo menunjukkan bahwa pada lebaran 2021, polisi mengamankan 33 balon udara. Kemudian lebaran 2022, turun menjadi 11 balon udara.
"Tahun 2023 ini turun drastis hanya ada 3 balon udara yang kami amankan," tuturnya
Baca Juga: Jangan Malas! Ini 5 Manfaat Mandi Pagi yang Baik untuk Tubuh
Niko menambahkan bahwa 3 balon yang diamankan berasal dari Kecamatan Jetis, Sampung, dan Sumoroto. Ketiganya berukuran kecil dan tidak menimbulkan kebakaran. Beruntung masyarakat bisa kooperatif dan bekerja sama dengan polisi mengamankan balon udara yang merugikan.
"Selama satu bulan terakhir wilayah Ponorogo bersih dari peredaran balon udara. Ini adalah buah keberhasilan dari kebijakan Bapak Kapolres untuk melaksanakan patroli rutin serta himbauan dan sosialisasi secara masif akan bahaya peredaran balon udara dan handak," terang Niko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Lupa Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah pada Malam Hari, Bolehkah Diganti Siang Hari?
-
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan
-
Mentereng, Segini IPK Erina Gudono usai Lulus dari Universitas Pennsylvania
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
PLN Klaim Listrik di Riau Kembali Normal 100 Persen usai Insiden Blackout
-
Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur
-
IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100
-
Contoh Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang Menyentuh Hati
-
IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?