Suara Ponorogo - TK Dharma Wanita di Desa Gandu Kepuh di Ponorogo mengalami bencana besar ketika atap bangunannya roboh akibat angin kencang pada Minggu, 28 Mei lalu, memicu respons tanggap aparat TNI/Polri yang secara sukarela membersihkan puing-puing bangunan bersama masyarakat sekitar.
Dalam aksi bakti yang dilakukan oleh prajurit TNI dari Koramil 0806/02 dan Polsek Sukorejo, mereka tidak hanya membersihkan genteng yang pecah, batu bata, dan atap kayu yang runtuh, tetapi juga melibatkan anak-anak TK dalam bermain bersama. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kegembiraan dan psikologis anak-anak yang terkena dampak kejadian ini.
Kapolsek Sukorejo, AKP Pitoyo, menyatakan rasa prihatinnya terhadap robohnya bangunan TK tersebut. Ia berinisiatif mengajak anggota Polsek dan TNI untuk membantu membersihkan puing-puing demi keamanan masyarakat sekitar.
“Setelah kita bersihkan ini semoga pihak pemerintah desa bisa segera membangun kembali TK-nya,” kata Pitoyo, Rabu pagi (31/05/2023).
Situasi yang terjadi pasca-kejadian juga menimbulkan keprihatinan. Anak-anak TK terpaksa mengungsi ke bangunan SD terdekat karena kehilangan tempat belajar mereka. Selain itu, suasana belajar menjadi tidak nyaman karena anak-anak harus berbagi ruangan dengan anak-anak Sekolah Dasar.
Kepala Desa Gandu Kepuh, Suroso, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada dinas terkait untuk melaporkan kejadian tersebut. Meskipun belum ada balasan atau kejelasan mengenai waktu pembangunan kembali TK, ia berharap agar bangunan tersebut dapat segera dibangun ulang.
Suroso menekankan pentingnya pendidikan dan berharap agar instansi terkait segera menyediakan dana untuk pembangunan kembali TK yang roboh ini.
“Semoga dinas-dinas terkait segera memberikan kucuran dana agar bangunan TK bisa segera dibangun kembali, karena pendidikan itu sangat penting,” tutur Suroso.
Sebelumnya, kejadian ini terjadi pada sore Minggu, 28 Mei, ketika bangunan kelas milik TK Dharma Wanita 01 Desa Gandu tiba-tiba roboh akibat angin kencang. Keberuntungan berpihak pada sekolah karena saat itu libur dan tidak ada kegiatan di sekitar sekolah yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Gudang Penyimpanan BBM di Kemiling Kebakaran, Api Berasal dari Mobil Tangki
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Tarawih Perdana Masjid Nurul Wathon Pakansari, Jamaah Meluber Hingga Selasar
-
Anti Lemas! Ini Rekomendasi Makanan Sahur Pertama Ramadan Penuh Berkah
-
Koperasi Merah Putih Telan Anggaran Jumbo, Desa Tak Bisa Biayai Layanan Dasar
-
Ramadan Tetap Maksimal, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan
-
Dulu Timnas Indonesia Kini Persib Bandung, Jejak Kontroversial Wasit Majed Al-Shamrani
-
Jadwal Imsakiyah Jakarta Kamis 19 Februari, Catat Waktu Sahur dan Subuh
-
7 Ide Menu Sahur Simpel dan Enak yang Disukai Semua Anggota Keluarga
-
Mengapa Beberapa Pullback Pulih Memberi Isyarat Sesuatu yang Lebih Besar dalam Dagangan Forex
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers