Suara Ponorogo - Mungkin tidak disangka-sangka, di Ponorogo terdapat sebuah kampung yang dikenal dengan sebutan kampung Buddha. Kampung ini berada di Dusun Sodong, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, tepat di ujung barat wilayah tersebut.
Di kampung ini, terdapat sebuah Vihara yang menjadi tempat ibadah bagi umat Budha. Vihara yang bernama Dharma Dwipa ini terletak agak terpencil, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Ponorogo. Meskipun begitu, umat Budha di kampung ini tetap dengan penuh khidmat menyambut hari raya Waisak yang akan datang.
Tampaklah kebersamaan umat Budha di Dusun Sodong saat mereka bahu-membahu membersihkan Vihara dan merawat berbagai patung Buddha. Mereka juga dengan penuh kesatuan menghias Vihara untuk persiapan ibadah esok harinya.
"Sebagai umat Buddha, kami hari ini membersihkan patung-patung Buddha, menyiapkan altar, dan mengatur segala persiapan menjelang Waisak," ucap Ketua Vihara, Suwandi, saat ditemui di Vihara Dharma Dwipa pada Sabtu (03/06/2023).
Suwandi menjelaskan bahwa kampung Buddha di Dusun Sodong tidak hanya dihuni oleh umat Buddha, tetapi juga tinggal bersama dengan umat Islam. Saat ini, sekitar 40 persen penduduk Dusun Sodong adalah umat Buddha, dengan sekitar 152 orang yang aktif dalam kegiatan di Vihara Dharma Dwipa.
Namun demikian, kerukunan dan toleransi antar umat beragama di kampung Buddha ini sangatlah tinggi. Bahkan saat perayaan Waisak, umat Buddha melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, baik yang seiman maupun yang beragama Islam, sebagai tanda persaudaraan.
"Sebulan sebelum perayaan Waisak, kami melibatkan diri dalam aktivitas yang baik seperti bersembahyang, kegiatan sosial, membersihkan lingkungan, dan melakukan kegiatan positif lainnya," jelas Suwandi.
Tidak hanya itu, saat ada kegiatan masyarakat seperti kenduri atau selamatan, toleransi antar umat beragama begitu kuat. Suwandi memberikan contoh ketika umat Muslim mengadakan selamatan, umat Buddha pun tetap hadir untuk memberikan penghormatan kepada tuan rumah.
"Demikian juga sebaliknya, saling menghargai sesuai dengan keyakinan masing-masing," ujar Suwandi dengan penuh pengertian.
Baca Juga: Ngaku Betah di Penjara, Lina Mukherjee Kembali Panen Hujatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor