Suara Ponorogo - Rumah Potong Hewan (RPH) Ponorogo, yang seharusnya menjadi pusat penyembelihan hewan menjelang perayaan Idul Adha, dilaporkan tidak beroperasi tahun ini.
Keputusan ini telah menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan menyulut perdebatan mengenai masalah penyembelihan hewan yang terkontrol oleh pemerintah.
Pengamat dari kampus Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo, Dr. Jauhan Budiwan menjelaskan kendala dan tantangan yang dihadapi dalam mendirikan dan mengoperasikan RPH di Ponorogo.
"sebenarnya maksudnya untuk mendirikan RPH adalah untuk menjaga agar penyembelihan hewan terkontrol oleh pemerintah," ungkap Jauhan Budiwan
Namun, di lapangan, masyarakat cenderung enggan menggunakan layanan RPH karena minimnya sosialisasi yang dilakukan. "Kurangnya sosialisasi menjadi salah satu kendala utama. Masyarakat lebih memilih menyembelih hewan di rumah karena dianggap lebih hemat," jelas jauhan
Dalam konteks hukum syariat, pertanyaan pun muncul mengenai jaminan keberadaan tim penyembelihan yang telah tersertifikasi dalam hal fikih menyembelih hewan.
"Ketika diamati, Tim yang betugas melakukan penyembelihan apa sudah tersertifikasi dalam penerapan fikih yang tepat untuk penyembelihan hewan," tambah Dosen Direktur Pascasarjana INSURI Ponorogo tersebut.
Menurut Jauhan, ada beberapa langkah yang harus diambil untuk meningkatkan efektivitas RPH. Pertama, sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan layanan RPH.
Kedua, pemerintah perlu memberikan stimulus dalam hal transportasi agar biaya transportasi tidak menjadi hambatan bagi masyarakat. Terakhir, dari sisi fikih, penyembelihan hewan harus memiliki sertifikat sesuai dengan hukum yang berlaku.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Drakor dari Park Bo Gum, Aktor yang Genap Berusia 30 Hari Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi
-
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026
-
Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru