/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 18:08 WIB
Kepala Dispertahankan Ponorogo, Masun ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Suara Ponorogo – Peristiwa penularan antraks di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang mengakibatkan puluhan orang suspeks Antraks dan 1 orang meninggal dunia membuat sejumlah daerah mawas diri tidak ketinggalan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kepala Dipertahankan Ponorogo, Masun, menekankan, Situasi antraks di Ponorogo saat ini terbilang aman dan langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi masalah ini. 

Ia menjelaskan bahwa antraks disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis yang mampu membentuk spora yang dapat bertahan lama di dalam tanah.

"Ketika daerah tersebut pernah mengalami kasus antraks dan diduga spora masih ada di tanah, wilayah tersebut menjadi endemik. Namun, hingga saat ini kami belum melaporkan adanya kasus antraks di Ponorogo," kata Masun.

Meskipun demikian, Masun menyadari bahwa kemungkinan hewan ternak dari daerah terjangkit antraks bisa masuk ke Ponorogo melalui lalu lintas yang ada. 

Untuk mengatasi hal ini, Ponorogo telah mendirikan cek poin di wilayah perbatasan di mana setiap hewan yang masuk dicek dengan teliti.

"Kami berharap dengan pengetatan di cek poin, kasus antraks tidak akan menyebar ke Ponorogo." tambah Masun.

Masun menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mengambil langkah-langkah preventif yang cukup serius untuk menjaga keamanan wilayahnya. 

Namun, ia tetap memohon pertolongan kepada Tuhan agar situasi tetap aman dan terhindar dari kasus antraks.

Baca Juga: 5 Pesona Kim So Hyun di My Lovely Liar, Cantiknya Bikin Orang Klepek-klepek

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo optimistis bahwa mereka mampu menjaga keamanan wilayahnya dari ancaman antraks.

Namun, upaya pencegahan dan pengawasan tetap harus dilakukan secara konsisten agar situasi tetap terkendali. 

Load More