SUARA PONOROGO - Sulitnya warga miskin di Bumi Reg (Ponorogo) untuk mendapatkan elpiji bersubsidi telah menjadi perhatian serius bagi PT Pertamina. Dalam upaya mengatasi situasi ini, PT Pertamina dari rayon IV Kediri melakukan inspeksi di beberapa lokasi dengan bantuan dari Pemkab Ponorogo dan DPRD.
Dalam hasil inspeksi tersebut, ditemukan beberapa pelaku usaha dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan penyalahgunaan LPG subsidi dengan menggunakan LPG 3 Kilogram.
Pelanggaran ini terjadi di berbagai sektor usaha seperti restoran, hotel, tempat laundry, dan perternakan, yang seharusnya tidak diizinkan menggunakan subsidi tersebut sesuai peraturan yang berlaku.
Muhammad Salman Alfarisi, Sales Brand Manager PT Pertamina Rayon IV Kediri, menyampaikan keprihatinan atas penyalahgunaan tersebut dan mengingatkan akan potensi kelangkaan gas.
Namun, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini PT Pertamina telah mengambil tindakan berupa teguran lisan dan mendorong penggunaan LPG 5 Kilogram (bright gas) sebagai alternatif yang tidak disubsidi.
"Kami prihatin dengan potensi kelangkaan gas akibat penyalahgunaan ini. Oleh karena itu, kami telah memberikan teguran dan mengedukasi para pelaku usaha agar beralih menggunakan LPG 5 Kilogram yang lebih sesuai," ujar Salman.
Selain itu, PT Pertamina juga memiliki rencana konkret untuk mengatasi kelangkaan. Mereka berencana menambah kuota LPG 3 Kilogram sebesar 30 persen atau 10.800 tabung gas setiap harinya di luar kuota regulernya. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan gas subsidi yang cukup.
Salman menegaskan bahwa distribusi Gas LPG subsidi di wilayah Jawa Timur masih berjalan dengan normal dan transparan. Namun, ia juga mengimbau agar perlu diwaspadai agar kelangkaan di satu daerah tidak berdampak pada daerah lain.
Terkait dengan aksesibilitas bagi masyarakat yang tidak mampu, Salman menjelaskan bahwa saat ini belum ada kewajiban penggunaan KTP dalam pembelian Gas Melon (LPG 3 Kg).
Baca Juga: Siasat-Siasat Kabasarnas Demi Dapat Uang di Kasus Suap, Jebol Sistem Lelang
Hal ini memungkinkan masyarakat yang membutuhkan tetap dapat membeli gas subsidi tanpa batasan. Meskipun demikian, PT Pertamina masih terus melakukan proses pendataan untuk memastikan program subsidi tepat sasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Viral Curhatan eks Tim Kreatif Ini Talkshow Dilempar Skrip ke Muka, Ciri-Ciri Pelaku Jelas Banget
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
Kelangkaan Solar Disebut Mulai Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
10 Sepatu Lari Lokal Paling Laris Sepanjang Mei 2026, Kamu Punya yang Mana?
-
Dicekik hingga Posel Disita, LPSK Ungkap Kondisi Trauma Mendalam Mantan ART Erin Taulany
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
-
Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Hansi Flick hingga 2028