SUARA PONOROGO - Desa Karangpatihan, yang terletak 20 kilometer dari pusat Kabupaten Ponorogo, telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dikenal sebagai 'kampung idiot' karena tingginya jumlah penduduk dengan disabilitas intelektual atau tunagrahita, desa ini kini menjadi contoh inspiratif tentang pemberdayaan dan perubahan positif.
Desa yang sebagian besar berada di daerah pegunungan tandus ini menghadapi tantangan geografis yang membuat pertanian menjadi sulit dan ketersediaan gizi terbatas. Hal ini dipercaya menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatnya angka disabilitas intelektual di desa ini.
Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, menjelaskan bahwa untuk merancang program pemberdayaan bagi warga disabilitas intelektual di desa ini, tidak hanya butuh waktu tetapi juga kesabaran
"Kami ingin memberikan keterampilan kepada mereka agar bisa menghasilkan pendapatan sendiri dan hidup mandiri," ujar Eko dengan penuh semangat.
Program ini mencakup beberapa tahap pemberdayaan. Pertama-tama, warga diajarkan untuk membuat kerajinan tangan seperti keset dan batik ciprat sebagai sumber pendapatan harian.
Selanjutnya, mereka diajarkan untuk beternak ayam kampung guna mendapatkan pendapatan bulanan. Eko juga membantu warga dalam beternak ikan lele untuk pendapatan triwulan, serta memberikan sejumlah ekor kambing untuk pendapatan tahunan.
Inisiatif ini terbukti berhasil, meski tidak tanpa tantangan. Eko harus mengatasi hambatan komunikasi karena mayoritas warga disabilitas intelektual di desa ini memiliki keterbatasan dalam bicara dan pendengaran.
Namun, dengan ketekunan dan bahasa isyarat, Eko berhasil membangun komunikasi yang efektif.
Peningkatan pendapatan dan kemandirian yang diberikan oleh program ini telah memberikan dampak positif yang luar biasa.
Banyak dari mereka yang dulunya bergantung pada belas kasihan orang lain, kini mampu menyekolahkan anak-anak mereka dan hidup mandiri.
Angka kelahiran disabilitas intelektual di desa ini telah berhasil dikurangi hingga nol sejak tahun 2013.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun