SUARA PONOROGO - Suasana di lapangan Alun-Alun Ponorogo semakin hidup saat ratusan seniman Reog Obyok memukau penonton dengan pertunjukan menggetarkan. Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Ponorogo yang ke-527 dan HUT Republik Indonesia yang ke-78.
Puluhan dadak merak, bujang ganong, dan penari jathil dari berbagai penjuru tanah Bumi Reog turut meramaikan acara yang berhasil menarik perhatian masyarakat Ponorogo.
Dalam peragaan yang memikat, tak hanya keluwesan seniman yang memukau, namun juga aksi menakjubkan ketika penari jathil diangkat di atas kepala dadak merak.
Tindakan berani ini mendapatkan tepuk tangan meriah dan apresiasi tinggi dari penonton yang memadati Alun-Alun Ponorogo. Meskipun berbahaya, tindakan ini hanya dijalankan oleh seniman-seniman berpengalaman yang telah berlatih dan memahami beban serta risiko yang dihadapinya.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan bahwa acara tersebut memiliki arti mendalam bagi para seniman Reog Obyok. Selain merayakan momen penting, acara ini juga menjadi momentum untuk memperingati HUT Kabupaten Ponorogo dan HUT RI.
"Reog Festival telah menjadi agenda tahunan di bulan Suro. Namun, Reog Obyok hadir dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Ponorogo dan HUT RI," ujarnya.
Peserta dalam festival kali ini mencapai 320 dadak merak, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 307 dadak merak. Festival ini, yang awalnya digelar di sepanjang jalan HOS Cokroaminoto, kini telah dipindahkan ke Alun-Alun untuk memberikan pengalaman yang lebih indah dan mendalam bagi penonton.
Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa Reog telah menjadi magnet bagi masyarakat dan wisatawan. Setiap pertunjukan Reog selalu berhasil menarik perhatian banyak orang.
Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bidang seni dan budaya, namun juga berdampak pada sektor ekonomi, dengan semaraknya aktivitas perdagangan di sekitar acara.
"Dengan setiap tampilan Reog, kami menyaksikan kedatangan orang-orang dalam jumlah besar, dan ini juga memberikan keuntungan bagi para pedagang. Hal ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang positif," tambah Bupati Sugiri.
Dalam pandangan Bupati yang akrab disapa Kang Giri ini, budaya Reog memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan perkembangan lebih lanjut bagi Kabupaten Ponorogo.
"Budaya Reog kami jadikan sebagai daya tarik untuk menarik minat masyarakat ke Ponorogo, dan hal ini menghasilkan efek berantai yang mendorong pertumbuhan ekonomi," tutup Bupati Sugiri.
Pada kesempatan ini, masyarakat Ponorogo dan para wisatawan menyaksikan bukti nyata bagaimana seni dan budaya dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan suatu daerah.
Acara ini bukan hanya sebuah pertunjukan seni, namun juga simbol kemajuan dan semangat gotong royong yang menghunjam dalam budaya Kabupaten Ponorogo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Detail Fakta PSSI Kena Sanksi AFC Jelang FIFA Series 2026
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
-
Bek Jangkung Keturunan Sunda 195 Cm Kasih Puja Puji ke Timnas Indonesia, OTW Naturalisasi?
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri