SUARA PONOROGO - Rutan Kelas II B Ponorogo, sejak dulu dikenal sebagai saksi bisu sejarah Indonesia. Tempat ini bukan hanya pernah menjadi penjara bagi tokoh sejarah seperti Tan Malaka pada tahun 1947, tetapi juga menjadi saksi dari masa penjajahan Belanda yang kelam.
Namun, cerita yang mungkin paling menarik adalah koleksi pedang-pedang bersejarah yang tersembunyi di dalamnya.
Menginjakkan kaki ke ruang tamu Rutan Kelas II B Ponorogo, seakan-akan kita melakukan perjalanan melintasi lorong waktu.
Di etalase yang terpajang di ruangan tersebut, terdapat enam bilah pedang kuno yang dianggap sebagai peninggalan kolonial Belanda. Keberadaan mereka mengundang perasaan misteri dan kagum.
Menurut Kepala Rutan Kelas II B Ponorogo, Agus Yanto, pedang-pedang ini awalnya tersembunyi rapat di gudang rutan.
Karutan asli putra daerah tersebut juga menjelaskan, bahwa dirinya tidak tahu pasti sejak kapan pedang-pedang ini berada di sana. Selama ini, Sipir maupun narapidana yang tinggal di rutan tidak berani menyentuhnya.
ia menduga pedang-pedang ini terasa memancarkan aura mistis yang menakutkan.
Namun, tengah tahun lalu, Agus Yanto memutuskan untuk membuka gudang tersebut. Dia menemukan lebih dari 120 bilah pedang dan ujung tombak yang perlu direstorasi agar tetap terawat.
Dari sekian banyaknya, enam pedang dipilih dan dipajang di etalase karena dianggap istimewa. Sementara sisanya dirawat dan disimpan dengan hati-hati.
Baca Juga: Cara Membuka Situs Yandex yang Diblokir Tanpa Pakai VPN
Menurutnya, ke enam pedang yang dipajang di etalase diyakini milik pejabat-pejabat zaman penjajahan Belanda.
Keyakinan ini didasarkan pada motif dan model sarung pedang yang mirip dengan senjata yang terukir di relief tugu bersejarah, seperti di Monumen Kresek, Madiun.
"Kami menduga bahwa pedang-pedang ini pernah digunakan oleh pejabat kolonial Belanda," ujar Agus Yanto
Selain itu, ratusan pedang lainnya yang disimpan dengan rapi di gudang diduga berasal dari masa PKI pada tahun 1948.
Menurut Agus, hal ini dapat dilihat dari tanda tindik yang ada pada beberapa pedang.
Tindik-tindik ini diyakini melambangkan jumlah kepala yang pernah dipenggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Kecewa Berat, Fabio Quartararo Akui Terlalu Optimis dengan Motor Yamaha V4
-
Diduga Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Video Cindy Rizky Aprilia Bahas Soal Ani-Ani Disorot
-
Gambar Paten Generasi Baru Yamaha MX King 2026 Terkuak, Desain Balik ke Akar dan Punya Fitur R15M?
-
BRI Perkuat Kolaborasi Strategis dengan IPB University, Dukung Inovasi Masa Depan
-
Muncul Perdana, Mojtaba Khamenei Andalkan Allah SWT Lawan Amerika - Israel
-
Rekomendasi 7 HP RAM 8 GB Termurah 2026, Speknya Bikin Kaget
-
Ajukan Memori Banding, Kuasa Hukum Kerry Adrianto Nilai Pengadilan Tipikor Abai Fakta Persidangan
-
Harga Emas Antam Jatuh, 1 Gram Dibanderol Rp 3.021.000/Gram
-
Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?
-
Bos Doran Group Ungkap Strategi Bangun Ekosistem Retail Teknologi, Siap Menuju IPO