Suara Ponorogo - Upaya mengidentifikasi penyebab kematian bayi prematur yang ditemukan di dasar sungai Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Ponorogo akhirnya terungkap.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia, menjelaskan bahwa petugas forensik dari RS Bhayangkara Kediri mengidentifikasi adanya luka di bagian tubuh atas bayi tersebut akibat pukulan benda tumpul.
Lebih lanjut, dalam otopsi yang dilakukan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo selama 2 jam juga diketahui bahwa bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan hidup, meskipun sang ibu harus mengonsumsi obat perangsang untuk mendorong kelahiran bayi yang belum genap 9 bulan.
"bayi tersebut dilahirkan dengan paksa jadi usia kandungannya belum genap 9 bulan" ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk tersebut.
Sebanyak 6 saksi telah diperiksa dalam kasus pembuangan bayi di sungai, termasuk orang yang menemukan pertama kali, tetangga, dan keluarga sang ibu bayi.
Polisi belum menetapkan tersangka terhadap sang ibu bayi karena kondisinya masih dalam proses pemulihan setelah mengalami pendarahan pasca persalinan. Jasad bayi yang ditemukan tenggelam di sungai tersebut adalah perempuan, dengan panjang 45 centimeter dan berat 1,6 kilogram, diperkirakan meninggal kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.
Berita Terkait
-
Rintihan Korban Pembunuhan di Subang, Tuti dan Amel Dua Tahun Menanti Keadilan, 2 Orang Didatangi Lewat Mimpi
-
Liciknya Yosef Hidayah: Otak Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, tapi Pernah Nangis Minta Jokowi Cari Pelaku
-
Jalan Panjang Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, 2 Tahun Pelaku Bungkam, 124 Saksi hingga 5 Tersangka
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN