/
Sabtu, 16 Juli 2022 | 11:15 WIB
suara.com

Pembalut sekali pakai termasuk salah satu jenis sampah terbanyak dan sulit terurai. Oleh sebab itu, kini bermunculan berbagai produk 'pembalut' yang diklaim ramah lingkungan.

Tampon dan pembalut sekali pakai, sebagian besar terbuat dari plastik, bukan lagi satu-satunya pilihan. Saat ini, ada berbagai macam produk menstruasi berkelanjutan untuk dipilih yang dapat digunakan kembali selama bertahun-tahun. Salah satunya menstrual cup dan celana dalam menstruasi.

6. Darah menstruasi sebenarnya tidak terlalu banyak

Meskipun kelihatannya banyak, tubuh sebenarnya hanya kehilangan sekitar tiga sendok makan darah selama periode menstruasi. Rata-rata perempuan bisa kehilangan di mana saja dari satu sendok makan hingga secangkir kecil darah selama periode normal.

Apabila darah menstruasi dirasa terlalu banyak dari biasanya, segera beribat ke tenaga kesehatan. Kehilangan terlalu banyak darah dapat meningkatkan risiko anemia.

7. Menstruasi dapat memengaruhi suara dan penciuman perempuan

Menurut peneliti vokalisasi, suara perempuan dapat berubah sedikit selama siklus menstruasi karena hormon reproduksi mempengaruhi pita suara. Ini berarti perempuan bisa terdengar berbeda saat sedang menstruasi, dan bahkan “kurang menarik” menurut partisipan dalam pengujian mereka.

Hormon reproduksi yang sama pada perempuan juga mempengaruhi kemampuan alami indera penciuman. Bisa jadi, kemampuan membaui jadi berbeda saat sedang menstruasi. Ini sangat halus dan sebenarnya dapat dideteksi secara sadar.

Baca Juga: 3 Red Flag Menstruasi yang Tidak Boleh Diabaikan, Salah Satunya Dismenore

Load More