Poptren.suara.com - Karbohidrat adalah salah satu dari tiga makronutrien, di samping lemak dan protein, yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi ini ditemukan dalam makanan seperti kentang, pasta, roti, dan nasi putih. Menghindari asupan karbohidrat dianggap sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Namun faktanya adalah sebaliknya.
"Diet rendah karbohidrat telah populer selama beberapa tahun, bahkan beberapa dekade sekarang, tetapi mengurangi asupan karbohidrat anda dapat menimbulkan masalah," kata ahli diet, Nichola Ludlam-Raine.
Berikut tanda tubuh kekurangan karbohidrat :
1. Kurang energi
Karbohidrat adalah sumber utama bahan bakar tubuh. Jadi jika anda mengurangi asupan karbohidrat secara signifikan, maka tingkat energi juga semakin 'tipis'.
“Tubuh kita dapat menggunakan sumber bahan bakar lain (seperti lemak),” katanya, dilansir Insider.
2. Kabut otak
Otak membutuhkan glukosa yang dipecah dari karbohidrat agar berfungsi secara optimal. Ketika tidak cukup mengonsumsi karbohidrat, anda mungkin akan mengalami suasana hati yang buruk dan kesulitan berkonsentrasi.
"Mengonsumsi karbohidrat bersama protein membantu mendukung produksi triptofan, yang kemudian diubah menjadi serotonin (dikenal sebagai hormon bahagia)," sambungnya.
Baca Juga: Kandungan Nutrisi Lengkap yang Dimiliki Singkong: Ada Serat, Karbohidrat, Hingga Potasium
3. Lebih sedikit energi untuk berolahraga
Tubuh menyimpan karbohidrat sebagai glikogen di hati dan otot. Ini digunakan untuk energi dan bermanfaat untuk berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau di gym.
Menurut pelatih olahraga, Mike Molloy, makan cukup karbohidrat sangat penting bagi orang-orang yang melakukan latihan internsitas tinggi, seperti HIIT atau CrossFit.
4. Sulit pulih setelah berolahraga
Karbohirat tidak hanya menambah energi, tetapi juga membantu pemulihan setelah berolahraga.
"Setelah kita berolahraga, tubuh perlu mengizi kembali simpanan glikogennya yang habis selama berolahraga," imbuhnya.
Karenanya, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohirat dengan protein untuk membantu masa pemulihan setelah berolahraga. Bila tubuh tidak pulih secara efisien, anda mungkin akan mengalami nyeri otot lebih lama setelah berolahraga.
Sumber : suara.com
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil