Poptren.suara.com - Menurut seorang peneliti dan ilmuwan yang bernama Hans Selye, General adaptation Syndrome (GAS) diartikan sebagai perubahan fisik yang dialami tubuh akibat merespon adanya stres. Proses ini terdiri atas tiga tahap yakni tahap alarm, tahap resistan dan tahap exhaustion.
Berikut penjelasan lebih lanjut tentang tahapan general adaptation syndrome sebagaimana dilansir Verywellmind.
1. Tahap alarm
Pada tahap ini tubuh akan mengirimkan sinyal bahaya ke otak yang membuat otak meresponnya dengan mengirim pesan ke tubuh untuk melepaskan hormon glukokortikoid dan adrenalin. Hal ini juga dikenal sebagai “fight or flight “.
Pada tahap alarm, tubuh menunjukkan reaksi seperti meningkatnya tekanan darah, jantung berdetak cepat, pembesaran pupil mata dan kulit yang kemerahan.
2. Tahap resistan
Pada tahap ini tubuh akan melakukan upaya untuk mengatasi perubahan yang terjadi selama tahap alarm. Proses ini menggunakan sistema saraf parasimpatis dan terjadi saat hal yang memicu stres telah berhenti.
Pada tahap resistan, biasanya seseorang menjadi lebih mudah marah, konsentrasi menjadi buruk dan lekas merasa frustasi.
3. Tahap exhaustion
Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Doni Salmanan Stres Hadapi Sidang Perdana
Pada tahap exhaustion, tubuh menjadi lelah akibat stres yang berkepanjangan. Dan jika penyebab stres terus saja berlanjut, tubuh menjadi semakin kelelahan karena melawannya. Tahap exhaustion menjadi tahap yang paling berisiko dari general adaptation syndrome karena membuat seseorang menjadi sangat rentan untuk mengalami gangguan kesehatan.
Tubuh yang merasa tidak siap menghadapi stres menunjukkan gejala kecemasan, depresi, imsonia, kelelahan dan juga kesulitan kognitif.
Banyak hal yang bisa menjadi pemicu stres seperti dipecat dari pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, pekerjaan yang dirasa berat, mengalami perpisahan dan lain-lain.
General adaptation syndrome mungkin dianggap sebagai kondisi yang tak memerlukan diagnosa atau pengobatan tetapi lebih sebagai penggambaran kondisi tubuh ketika mengalami stres. Namun begitu, tubuh yang berada dalam keadaan stres cukup lama dapat berakibat pada timbulnya komplikasi kesehatan seperti gangguan kecemasan. Tekanan darah tinggi, tekanan pada kekebalan tubuh dan juga penyakit jantung.
Mengingat komplikasi akibat stres sangat berdampak pada kesehatan tubuh, penting untuk mengenali tahapan-tahapan pada general adaptation syndrome dan berupaya untuk mencegahnya memasuki tahap exhaustion. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi penyebab stres agar dapat disingkirkan atau setidaknya meminimalkannya.
Beberapa cara yang dapat dicoba untuk mengelola stres antara lain adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, latihan pernapasan, menulis jurnal dan berbicara kepada orang yang dipercaya. Jika diperlukan kamu juga bisa berkonsultasi kepada ahli kesehatan untuk mendapatkan saran medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Persiapan Haji 2026, Layanan Jemaah Jadi Prioritas
-
Ruang Rawat Inap RSUD Berkah Pandeglang Ambruk, Pasien Panik Berhamburan Selamatkan Diri
-
Karhutla Riau Diprediksi Meningkat di Juni 2026 Akibat El Nino
-
Film The Mind Journey, PTBA Dorong Kesadaran Publik tentang Pertambangan Berkelanjutan