- Seorang sopir bernama Nabi Hussain tewas digorok penjual sattu akibat perselisihan sepele di pasar Forbesganj, Bihar, Kamis (9/4).
- Massa yang marah mengeroyok pelaku hingga tewas setelah merebutnya dari pengamanan pihak kepolisian di lokasi kejadian tersebut.
- Aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam atas insiden pembunuhan tersebut serta aksi main hakim sendiri oleh warga setempat.
Suara.com - Insiden berdarah terjadi di negara bagian Bihar, India, tepatnya di wilayah Araria, Kamis (9/4) waktu setempat.
Perselisihan di parkiran pasar sayur itu berubah menjadi tragedi memilukan yang menewaskan seorang sopir mobil pikap dengan juru parkir.
Peristiwa terjadi di kawasan Forbesganj saat korban, yang datang untuk membeli sayuran, terlibat cekcok dengan seorang penjual sattu, sejenis tepung di India.
Pertengkaran itu memanas hingga pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam, menyebabkan korban tewas di tempat, dengan cara memilukan leher digorok.
Seorang saksi mata, Sunil Kumar Yadav seperti dilansir dari NDTV, mengatakan bahwa perselisihan itu berawal dari masalah sepele namun malah berujung tragis.
“Seharusnya masalah bisa diselesaikan dengan baik. Tidak seharusnya berujung kekerasan seperti ini,” ujarnya.
Korban diketahui bernama Nabi Hussain, warga desa setempat yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Ia meninggalkan tiga anak.
Situasi di lokasi kejadian semakin tak terkendali setelah keluarga korban dan massa kemudian menyerang pelaku.
Keluarga korban dan warga yang marah mengeroyok pelaku hingga tewas.
Baca Juga: Sadis! Dokter di Hawaii Dorong Istri dari Tebing, Kesaksian Anak Jadi Kunci
Massa yang berjumlah ratusan orang bahkan sempat menarik pelaku dari pengamanan polisi sebelum menghajarnya di tempat.
Aparat kepolisian menurut laporan media lokal India mendapat kritik pedas dari publik karena dituding tak bisa meredakan situasi dan tak berusaha mencegah saat massa menghabisi pelaku.
Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan situasi dan mengevakuasi kedua jenazah untuk proses autopsi.
Aparat kini menyelidiki kasus ini, termasuk aksi main hakim sendiri yang menewaskan pelaku.
Berita Terkait
-
Sadis! Dokter di Hawaii Dorong Istri dari Tebing, Kesaksian Anak Jadi Kunci
-
5 Fakta Kasus Nama Dewi Perssik Dicatut Akun Centang Biru, Diduga Raup Untung Besar
-
Terobsesi Belikan Pacar Motor, Pemuda di Siak Tega Gorok Leher Nenek Sendiri
-
'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah
-
Viral Kisah Pria Bunuh Teman Perkara Hotspot, Sebelum Itu Paksa Istri Layani Nafsu Bejat Korban
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta