- Menlu Singapura Vivian Balakrishnan menyatakan Selat Malaka lebih strategis dibandingkan Selat Hormuz saat menegaskan tak akan bernegosiasi dengan Iran.
- Politikus Malaysia Nurul Izzah Anwar menuding pernyataan Balakrishnan tidak netral dan mengabaikan pendekatan diplomasi dalam konflik Timur Tengah.
- Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (8/4/2026) menekankan posisi strategis Indonesia dalam mengendalikan selat-selat penting di tengah ketegangan global.
Suara.com - Komentar Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan yang membawa-bawa Selat Malaka saat membahas tentang penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat politikus Malaysia berang.
Nurul Izzah Anwar, yang tak lain dari putri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, menilai komentar Balakrishnan menunjukkan posisi Singapura yang tidak netral dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Timur Tengah.
Perang kritik antara dua jiran itu terjadi di saat Presiden Prabowo Subianto pada pekan juga mengingatkan rakyat Indonesia bahwa Indonesia mengendalikan selat-selat strategis, termasuk Selat Malaka di tengah perang di Teluk Persia.
Singapura Dituding Tidak Netral
Nurul, yang juga deputi presiden Partai Keadilan Rakyat, membandingkan sikap Singapura dengan sikap ayahnya, Anwar Ibrahim dalam menghadapi konflik di Teluk Persia itu.
Menurut Nurul Malaysia menggunakan pendekatan diplomatik, terutama karena penutupan Selat Hormuz oleh Iran memengaruhi stabilitas kawasan Asia Tenggara dan keamanan energi global.
"Kendali Iran atas Selat Hormuz adalah upaya untuk mempertahankan perdamaian. Malaysia konsisten memegang prinsip bahwa diplomasi harus dikedepankan dan tak boleh ditinggalkan," kata Nurul.
Nurul menjelaskan bahwa Anwar Ibrahim memilih untuk berdiplomasi dengan Iran, sehingga kapal Malaysia diizinkan keluar dari Teluk Persia melalui Hormuz, adalah demi menjaga stabilitas kawasan, keamanan energi dan kepentingan yang lebih luas dari Asia Tenggara.
Ia juga menuding Singapura secara implisit telah mengabaikan diplomasi sebagai alat yang paling penting untuk menjaga perdamaian di Asia Tenggara. Selain itu ia menuding Singapura telah menunjukkan sikap berpihak dalam konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
"Sukar sekali untuk mengabaikan maksud terselubung dalam posisi Balakrishnan. Ia kurang menampilkan netralitas dan lebih menggemakan preferensi strategis terhadap kekuatan-kekuatan eksternal, yang kepentingannya tidak selalu selaras dengan kepentingan kawasan kita," tegas Nurul.
Menlu Singapura Ogah Nego dengan Iran
Sebelumnya diwartakan Balakrishnan mengatakan tidak akan bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan izin atau membayar tarif ke Teheran agar kapal-kapalnya bisa melewati Selat Hormuz di Teluk Persia.
Balakrishnan memperingatkan bahwa Selat Malaka, yang berada di antara Singapura, Indonesia dan Malaysia, adalah jalur perdagangan yang jauh lebih strategis dari Selat Hormuz.
Hal itu dikemukakan Balakrisnan saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Singapura pada Selasa (7/4/2026) mengenai apakah pemerintah negara tersebut sudah bernegosiasi dengan Iran terkait lalu-lintas kapal mereka di Hormuz.
"Melintasi (Selat Hormuz) adalah hak. Bukan izin yang diberikan oleh negara-negara sekitarnya, bukan lisensi yang harus dimohon-mohon, bukan ongkos yang harus dibayar," tegas Balakrisnan.
Tag
Berita Terkait
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman
-
Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar
-
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
-
Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
-
Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital
-
Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI
-
Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan