Poptren.suara.com – Baru-baru ini, tengah viral seorang ayah membakar rumahnya sendiri usai mengeluh bahwa tempat tinggalnya itu tampak berantakan. Meski tahu bahwa putra dan keponakan di dalam rumah tersebut.
Pria bernama Allan Wharrier (53) itu memulai kobaran api yang telah membahayakan nyawa keluarga dan tetangganya.
Wharrier yang berasal dari Leeds, tinggal di sebuah rumah semi-terpisah di Guiseley, West, Yorkshire, Inggris. Pria itu tinggal bersama putra dan keponakannya yang sudah dewasa.
Tahun lalu, pada malam 20 Juli, dia menelepon istrinya, yang berbasis di Filipina, dan mengeluh bahwa rumahnya berantakan.
Wharrier dikabarkan mengalami osteoporosis. Lelaki tua itu telah menenggak hampir sebotol anggur penuh.
Pada saat sebelum kejadian itu, putranya mengatakan dia sedang dalam suasana hati yang buruk.
Setelahnya, sang keponakan mendengar Wharrier berseru, "Kamu tidak peduli padaku. Yang kamu lakukan hanyalah pergi ke kamarmu,".
Menurut laporan, pada malam harinya Wharrier mengirim SMS kepada anak perempuannya yang berisi kata sandi pada akunnya.
Dia menyuruh putrinya untuk "mengakhiri semua" dan membakar rumah itu. Wharrier lalu membakar kantong sampah di sebelah kursi yang dia duduki di ruang tamu.
Baca Juga: Perayaan 17 Agustus, Bule Ikut Memeriahkan Perlombaan HUT Kemerdekaan RI
Sang putra yang melihat itu pun melakukan upaya terbaik untuk memadamkan api. Namun sayangnya, api sudah menyebar ke seluruh kursi Wharrier dan asap tajam pun memenuhi seisi rumah.
Anak perempuan terdakwa, yang tinggal di Blackpool, diberitahu oleh keponakan Wharrier dan segera menelepon layanan darurat.
Para sepupu meninggalkan rumah dan Wharrier mengunci pintu dari belakang mereka.
Ketika Polisi West Yorkshire tiba di tempat kejadian, mereka melihat ruang tamu berwarna oranye menyala.
Mereka menemukan Wharrier telah menyalakan api lagi, kali ini dia membakar sebuah kotak.
Polisi bahkan harus menyeretnya keluar rumah sementara Wharrier berteriak, "Saya tidak bermaksud menyakiti siapa pun. Saya sudah cukup,".
Berita Terkait
-
Kembali Viral! Video Ferdy Sambo Sebut Kebakaran Kejagung Gegara Rokok
-
Korban Kebakaran Klandasan Ulu Diungsikan di Halaman Masjid, 64 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal dan Kerja
-
Kronologi Kebakaran yang Melalap SD N Delegan 1, Sempat Diawali Ledakan
-
Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Video Ferdy Sambo Sebut Kebakaran Kejagung Gegara Rokok Kembali Viral
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut