/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:19 WIB
Ilustrasi kebakaran rumah (Shutterstock)

Poptren.suara.com – Baru-baru ini, tengah viral seorang ayah membakar rumahnya sendiri usai mengeluh bahwa tempat tinggalnya itu tampak berantakan. Meski tahu bahwa putra dan keponakan di dalam rumah tersebut.

Pria bernama Allan Wharrier (53) itu memulai kobaran api yang telah membahayakan nyawa keluarga dan tetangganya.

Wharrier yang berasal dari Leeds, tinggal di sebuah rumah semi-terpisah di Guiseley, West, Yorkshire, Inggris. Pria itu tinggal bersama putra dan keponakannya yang sudah dewasa.

Tahun lalu, pada malam 20 Juli, dia menelepon istrinya, yang berbasis di Filipina, dan mengeluh bahwa rumahnya berantakan.

Wharrier dikabarkan mengalami osteoporosis. Lelaki tua itu telah menenggak hampir sebotol anggur penuh.

Pada saat sebelum kejadian itu, putranya mengatakan dia sedang dalam suasana hati yang buruk.

Setelahnya, sang keponakan mendengar Wharrier berseru, "Kamu tidak peduli padaku. Yang kamu lakukan hanyalah pergi ke kamarmu,".

Menurut laporan, pada malam harinya Wharrier mengirim SMS kepada anak perempuannya yang berisi kata sandi pada akunnya.

Dia menyuruh putrinya untuk "mengakhiri semua" dan membakar rumah itu. Wharrier lalu membakar kantong sampah di sebelah kursi yang dia duduki di ruang tamu.

Baca Juga: Perayaan 17 Agustus, Bule Ikut Memeriahkan Perlombaan HUT Kemerdekaan RI

Sang putra yang melihat itu pun melakukan upaya terbaik untuk memadamkan api. Namun sayangnya, api sudah menyebar ke seluruh kursi Wharrier dan asap tajam pun memenuhi seisi rumah.

Anak perempuan terdakwa, yang tinggal di Blackpool, diberitahu oleh keponakan Wharrier dan segera menelepon layanan darurat.

Para sepupu meninggalkan rumah dan Wharrier mengunci pintu dari belakang mereka.

Ketika Polisi West Yorkshire tiba di tempat kejadian, mereka melihat ruang tamu berwarna oranye menyala.

Mereka menemukan Wharrier telah menyalakan api lagi, kali ini dia membakar sebuah kotak.

Polisi bahkan harus menyeretnya keluar rumah sementara Wharrier berteriak, "Saya tidak bermaksud menyakiti siapa pun. Saya sudah cukup,".

Load More