/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 15:34 WIB
Ledakan Kompor Mayat (istimewa/beritabali.com)

Poptren.suara.com - Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto, Sabtu (20/8) mengungkapkan, polisi tengah menyelidiki peristiwa meledaknya kompor pembakaran mayat di Gianyar, Bali.

Tabung minyak dari pembakaran petulangan diduga bocor hingga menyebabkan terjadinya ledakan hebat. Sedikitnya 9 orang krama dilarikan ke IGD RSUD Sanjiwani Gianyar. Satu diantaranya masih anak-anak, 3 tukang kompor dan 5 lainnya krama setempat.

Sekarang hanya tersisa satu korban yang masih berada di RSUD Sanjiwani Gianyar yaitu Gusti Ketut Muliana (49). Ketika ditemui Suarabali.id, muliana mulai menceritakan yang ia lihat saat kejadian.

Saat itu ia mendengar suara ledakan besar dari arah berlawanan dengannya. Namun, tak lama dari suara ledakan tersebut, terlihat api sudah mulai menyambar ke berbagai arah. Muliana kemudian tersadar akan keponakkannya yang sudah terbakar. Ia kemudian berlari dengan kencang untuk menyelamatkan keponakkannya.

Menurut keterangan Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Nyoman Bayu Widiarta, rombongan yang membawa korban tiba di Rumah Sakit sekitar pukul 20.00 WITA. Total terdapat 9 korban pada peristiwa ini.

“6 dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, 2 orang diperbolehkan pulang, dan 1 orang kita masih rawat di sini,” jelas dr. Bayu.

dr. Bayu juga menambahkan, keenam korban yang dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah rata-rata mendapatkan luka bakar di atas 50%. Sedangkan, yang masih dirawat di RSUD Sanjiwani mendapatkan luka bakar 18%, dan 2 orang dengan luka bakar ringan diperbolehkan pulang.

Saat awal korban didatangkan ke RSUD Sanjiwani Gianyar susana di rumah sakit tersebut sudah tidak kondusif. Namun, satu per satu keenam korban di larikan ke RSUP Prof. Ngoerah. Hingga suasana di rumah sakit sudah mulai mereda setelah keenam korban tersebut bisa dirujuk.

Baca Juga: Pilihan Jenis Pekerjaan untuk Para Jiwa Sosial Tinggi

Load More