Poptren.suara.com - Masih banyak dijumpai orang-orang yang suka menyepelekan seseuatu, seperti menunda pekerjaan atau datang terlambat ketika janjian. Padahal hal tersebut memberikan dampak luar biasa untuk masa depan. Dalam dunia kerja, menunda nunda pekerjaan adalah hal terlarang, tidak disukai dan tidak ditoleransi.
Kementrian Pendidikan dan Budaya, melalui akun Instagram resmi @bp3_kemdikbud, memaparkan beberapa hal sepele namun dampaknya besar dimasa depan. Beberapa hal yang dimaksud ialah :
- Tidak menunda pekerjaan
Seseorang yang selalu menunda pekerjaannya, apalagi dalam dunia kerja, biasanya akan mendapat lebel pemalas. Untuk itu, buatlah skala prioritas di tengah tugas yang menumpuk, sehingga jadi tahu mana yang harus didahulukan.
- Tepat waktu
Memiliki kebiasaan terlambat terlihat seperti menyepelekan waktu orang lain. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang sering tidk tepat waktu dianggap memiliki manajemen waktu yang buruk.
- Fokus pada tujuan hidup
Dengan fokus pada tujuan hidup, seseorang akan lebih terarah dan memiliki skala prioritas dalam hidupnya.
- Jadi diri sendiri
Baca Juga: Apa Saja Dampak Secara Emosional dari Pernikahan yang Tidak Bahagia ?
Dengan mencantai diri sendiri dan tidak berusaha menjadi orang lain akan membuat seseorang disenangi dan menjadi pribadi yang menyenangkan untuk orang lain.
- Jangan meremehkan orang lain
Jangan pernah satu kali pun memandang rendah orang lain karena belum tentu diketahui sejauh mana potensi yang dimiliki seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
4 Pelembab Pomegranate Kaya Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Kencang
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto
-
Mau Mudik Nyaman Tanpa Banyak Beban? Pertamina Bagi-bagi THR Ratusan Ribu Menjelang Lebaran
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
7 Pilihan Sleeper Bus Terbaik Buat Mudik, Aman dan Fasilitasnya Komplet
-
Mengapa Kita Semakin Impulsif? 5 Faktor Pemicu dari Dunia Maya
-
Light Novel Isekai Romantis Populer Karya Kotoko Resmi Dapat Adaptasi Anime
-
Eks Klub Justin Hubner Menggila, Jaga Asa Bertahan di Premier League usai Bungkam Aston Villa
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif