Poptren.suara.com - Penyakit kanker menjadi penyakit paling menakutkan bagi banyak orang. Penyakit kanker ada banyak. Yang paling umum contohnya, kanker rahim, kanker darah, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat dan kanker serviks. Salah satu kanker yang kembali ramai jadi "mimpi buruk" untuk sebagian orang adalah kanker paru-paru.
Kanker paru-paru apa sih ? Kanker paru-paru adalah tumbuhnya sel tidak biasa atau bisa disebut tumor ganas yang berawal dan muncul dari organ paru-paru. Umumnya kanker paru-paru bermula dari sel pelapis saluran organ vital dari sistem pernapasan. Bahakan beberapa jenis kanker paru-paru menyebar cepat ke bagia tubuh lainnya.
Tetapi ada kanker yang pertumbuhan dan penyebarannya lambat, pengobatannya pun mudah. Laman Mount Sinai menuliskan gejala kanker paru-paru tahap awal umumnya tidak ada tanda khusus, namun tidak jarang penderitanya merasakan perubahan kondisi pada tubuh.
Pada umumnya gejala gejala kanker paru-paru baru akan muncul setelah penyakit bertambah parah dan menyebar ke bagian tubuh lain. Ada beberapa gejala kanker paru-paru tahap awal yang umum dirasakan penderitanya, yaitu batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk berdarah, atau bisa juga dahaknya berdarah, rasa nyeri di dada, sering sesak napas, mudah lelah dan berat badan yang menurun tanpa sebab.
Pada kanker paru-paru stadium lanjut, tanda-tanda paling umum adalah nyeri tulang, suara serak sampai hilang, nyeri sendi, sakit bahu, susah menelan, bengkakpada wajah dan lengan, badan lemas. Kanker paru-paru dapat terjadi karena perubahan atau mutasi sel di paru-paru. Lalu, apa penyebab kanker paru-paru ?
Dikutip dari beberapa sumber, ada beberapa hal yang dapat memicu kanker paru-paru, diantaranya :
1. Polusi udara
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa polusi udara berupa campuran partikel padat dan cair dari gas buang kendaraan bermotor bisa meningkatkan risiko kanker.
2. Rokok
Baca Juga: Potensi Kentang dan Tomat Sebagai Penawar Kanker di Masa Depan
Ini adalah penyebab utama kanker paru-paru. Sebesar 90% kasus kanker paru-paru berkaitan dengan rokok. Beragam bahan kimia yang ada pada asap rokok dapat memicu kanker paru-paru. Bahayanya tidak hanya mengintai perokok aktif, namun juga perokok pasif.
3. Kerurunan
Penderita kanker paru-paru bisa mewarisi perubahan DNA tertentu biang penyakit ini. Penyakit kanker paru-paru bisa diketahui lewat pemeriksaan fisik, rontgen, atau CT scan paru-paru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas
-
Kertas Bekas Cuma Jadi Sampah? Coba Trik Ini Supaya Miliki Nilai Jual
-
2 Kacamata Pintar Acer Bisa Terhubung ke Android dan iOS, Hadirkan 'Layar' 172 Inci
-
Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG
-
Profil Iwan Tuaji, Wakil Bupati PALI yang Kini Jadi Sorotan dalam Kasus Dugaan Fee Proyek
-
Mitsubishi Destinator Exceed Tawarkan Performa Tangguh & Hemat BBM untuk Kebutuhan Keluarga Modern
-
Ghea Indrawari Ubah Lirik Lagu MBG Jadi 'Mas Boleh Nggak', Penonton Malah Kompak Teriak 'Bahlil'
-
Decluttering untuk Less Waste: Rumah Rapi Tanpa Menambah Sampah
-
Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen
-
Rahasia Wajah Awet Muda Tanpa Perubahan Drastis, Biostimulator Kolagen Jadi Tren Kecantikan Baru