Poptren.suara.com - Apabila seseorang punya kecenderungan meragukan keterampilan, kemampuan, keberhasilan yang dimiliki, bahkan mereka percaya bahwa mereka tidak layak atas pencapaian yang mereka raih, besar kemungkinan orang tersebut mengalami impostor syndrome.
Mereka yang mengalami impostor syndrome merasa bahwa mereka tidak sehebat yang orang lain pikirkan. Mereka yang sedang berada di sindrom ini seringkali dianggap sebagai orang yang memiliki prestasi tinggi, punya jabatan yang bagus dan tinggi, memiliki gelar akademis yang banyak, namun merasa tidak layak dengan hal-hal tersebut.
Lalu, impostor syndrome itu apa sih ? Sindrom yang menciptakan rasa gelisah yang memicu munculnya rasa gugup yang menciptakan sifat rendah diri yang kurang baik, yang seringkali gejala kecemasan itu menimbulkan depresi. Perlu diingat, sindrom ini bukanlah penyakit mental yang bisa didiagnosa. Namun istilah ini biasanya diterapkan berdasarkan pada besar kecilnya tingkat kecerdasan dan prestasi.
Laman Psychology Today menuliskan, meski memiliki kaitan dengan sisi perfeksionis seseorang, namun alih-alih mengakui kemampuan mereka serta upaya yang dilakukan, orang-orang dengan sindrom ini sering mengaitkan pencapaian mereka dengan penyebab eksternal atau sementara. Seperti keberuntungan, waktu yang tepat, atau upaya yang tidak dapat mereka keluarkan secara konsisten.
Apa penyebab impostor syndrome ? Laman Verywell mind menuliskan, ditemukan oleh peneliti bahwa sindrom ini berkaitan dengan beberapa faktor seperti lingkungan keluarga, termasuk faktor stereotip dan gender. Selain itu, sindrom tersebut dapat dialami siapapun tanpa memandang jenis kelamin, latar belakang keluarga ataupun jenis kelamin.
Ada beberapa faktor yang turut menimbulkan sindrom tersebut, seperti pola asuh keluarga. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan dan dinamika keluarga memainkan peran penting dalam sindrom ini. Artinya, secara khusus pola asuh yang ditandai dengan sikap posesif atau terlalu protektif akan berpengaruh pada perkembangan impostor syndrome dalam diri anak-anak.
Tidak hanya itu, studi juga menunjukkan bahwa orang yang berasal dari keluarga yang mengalami konflik tingkat tinggi dengan jumlah dukungan yang rendah kemungkinan lebih rentan mengalami sindrom ini.
Faktor lingkungan kerja atau sekolah pun turut andil memicu sindrom ini. Timbulnya rasa tidak pantas dan tidak mampu memulai posisi baru. Sindrom ini tampaknya lebih umum terjadi ketika orang sedang mengalami transisi dan mencoba hal-hal baru. Adanya tekanan untuk mencapai prestasi dan sukses, dikombinasikan dengan kurangnya pengalaman, juga dapat memicu perasaan tidak mampu dalam peran dan lingkungan baru.
Kepribadian dengan ciri tertentu pun bisa dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami sindrom satu ini. Sebagai pengingat, ada beberapa sifat atau karakteristik yang mungkin berperan sebagai pemicu sindrom ini, seperti :
Baca Juga: Perbedaan TV Digital dan Smart TV, Serupa Tapi Tak Sama
- Self-efficacy rendah --> Ini mengacu pada keyakinan seseorang pada kemampuannya untuk berhasil dalam situasi tertentu.
- Perfeksionis --> Hal ini memainkan peran penting dalam sindrom ini. Seseorang akan mengalami kesulitan dalam meminta bantuan dari orang lain dan menunda-nunda karena standar tinggi diri sendiri.
- Neurotisme --> salah satu dari lima dimensi kepribadian besar yang terkait dengan tingkat kecemasan, ketidakamanan, ketegangan, dan rasa bersalah yang tinggi.
Sindrom ini bisa diatasi dengan :
1. Cari orang lain, dan bicaralah.
2. Fokus.
3. Gali dan nilai potensi diri sendiri.
4. Berani melangkah.
5. Jangn bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Mewah di Sentul City Bogor Digeledah Gabungan Polri
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bangun Rumah, Nomor 3 Bisa Bikin Biaya Renovasi Membengkak
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Terima Uang Palsu Bisa Bikin Rugi, BI Sumsel Tegaskan Tak Bisa Diganti Meski Korban
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan