Poptren.suara.com - Putra pengurus GP Ansor Jonathan Latumahina, David menjadi korban aksi penganiayaan brutal oleh Mario Dandy Satrio, anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Penganiayaan tersebut membuat David tak sadarkan diri atau koma dan mesti menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Pernahkah terbayang bagaimana rasanya berada dalam kondisi koma? Banyak yang mengatakan koma sama dengan kondisi tidur yang cukup panjang.
Lalu Apa yang Terjadi pada Tubuh Ketika Seseorang Mengalami Koma?
Dikutip dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), seseorang yang mengalami kecelakaan parah dan mengenai bagian otak bisa memicu hilangnya kesadaran atau koma. Pasien tampak tengah tertidur nyenyak, faktanya kondisinya berada di tahap serius.
Menurut Medical News Today, koma bisa disebabkan beragam faktor. Namun, secara keseluruhan berkaitan dengan cedera pada otak atau sistem saraf pusat.
Bisa juga dipicu cedera kepala traumatis, stroke, tumor otak, atau keracunan obat atau alkohol. Koma bahkan bisa disebabkan oleh riwayat penyakit seperti diabetes atau infeksi.
Koma biasanya tidak berlangsung lebih lama dari beberapa minggu. Orang yang tidak sadar untuk waktu yang lebih lama mungkin mengalami transisi ke keadaan vegetatif yang bertahan lama, yang dikenal sebagai keadaan vegetatif persisten, atau kematian otak.
Baca Juga: Tak Kunjung Deklarasi Bersama, PKS Bantah Ada Batu Sandungan Hambat Koalisi Perubahan
Berita Terkait
-
Ayah Mario Dandy Punya Rekening Jumbo, Rubicon dan Harley Davidson jadi Materi KPK Telusuri Kekayaan Rafael Trisambodo
-
Umur Baru 20 Tahun, Tersangka Mario Dandy Anak Pejabat Pajak Jadi Juragan Kos-kosan
-
KPK Pastikan Lakukan Penyelidikan kepada Pejabat Pajak Rafael Alun Trisambodo, Jika Ditemukan Unsur Pidana Korupsi
-
Ayah Mario Dandy Mundur Sebagai ASN, Warganet: Kawal Sampai Terbit SK
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali