Suara.com - Mobil Jeep Rubicon dan Harley Davidson yang dipamerkan Mario Dandy Satrio turut menjadi materi klarifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan ketidakwajaran harta kekayaan mantan Kepala Bagian Umum DJP Kanwil Jakarta Selatan, Rafael Alun Trisambodo.
Rafael merupakan ayah dari Mario Dandy Satriyo, tersangka penganiayaan sadis terhadap David, putra dari salah satu pengurus GP Ansor. Mobil Jeep Rubicon menjadi salah satu barang bukti yang disita polisi, karena kendaraan itu digunakan Dandy mendatangi David dan melakukan penganiayaan dengan sadis.
"Ya pasti kemudian nanti dari data dan informasi yang kami peroleh baik dari pemberitaan kawan-kawan semuanya pasti juga kemudian juga diklarifikasi kepada yang bersangkutan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta (24/1/2023).
KPK dalam waktu dekat ini segera memanggil Rafael untuk mengklarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Harta kekayaannya turut menjadi sorotan publik, buntut dari tindakan kriminal yang dilakukan putranya, Dandy.
"Termasuk isi dari LHKPN yang selama ini ada, KPK miliki, maka KPK akan konfirmasi dan klarifikasi kembali kepada yang berangkutan," ujar Ali.
Di dalam LHKPN miliknya yang dilaporkan pada 2021, Mobil Jeep Rubicon dan Harley Davidson yang dipamerkan putranya tidak termuat.
Rafael disebutkan memiliki kekayaan Rp56,1 miliar, jauh dibanding Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Pratomo, yang merupakan atasannya yang hanya memiliki kekayaan sebesar Rp 14,4 miliar.
Kemuidan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani selisih harta keduanya sebesar Rp 1,9 miliar. Sri Mulyani di dalam LHKPN memiliki kekayaan Rp 58, 048 miliar.
Di samping itu sejak 2012, PPATK sudah mengendus transaksi keuangan Rafael yang diduga tidak wajar dengan profilnya sebagai pegawai pajak di Kementerian Keuangan. Hasil analisis itu sudah pernah disampaikan PPATK ke KPK.
Baca Juga: PPATK Temukan Indikasi Pencucian Uang, KPK Segera Panggil Rafael Alun
Berita Terkait
-
Mengerikan! Video Kasus Penganiayaan David yang Melibatkan Agnes dan Dandy Viral di Twitter
-
Peran Sean Lukas dalam Penganiayaan David: Provokasi Mario Dandy Satrio
-
PPATK Temukan Indikasi Pencucian Uang, KPK Segera Panggil Rafael Alun
-
Mario Dandy DO Dari Universitas Prasetiya Mulya
-
Heboh Kasus Mario Dandy, Quote Legend Kasino Warkop DKI Soal Anak Orang Kaya Jadi Viral
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya