Poptren.suara.com - Pihak pengelola wana wisata Ranca Upas akhirnya menutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan, Jumat malam (10/3/2023). Hal itu disebutkan sebagai salah satu upaya untuk memulihkan kembali padang sabana serta mengembalikan ekosistem yang rusak, akibat terdampak event motor trail yang berlangsung akhir pekan lalu, Minggu (5/3).
Selain memiliki panorama yang memanjakkan mata serta memiliki udara sejuk, nyatanya wilayah Ranca Upas memiliki sejarah yang unik serta mitos yang beredar hingga kini di masyarakat sekitarnya.
Tak banyak memang yang mengetahui sejarah Ranca Upas. Potren akan mengulasnya dengan menyarikannya dari berbagai sumber.
Rancaupas awalnya hanya diketahui sebagai bumi perkemahan dan penangkaran rusa, hingga akhirnya pihak pengelola menjadikan kawasan ini sebagai tempat wisata. Kamu dan keluarga bisa berkemah, masuk ke area penangkaran rusa dan memberinya makan, hingga berendam di dua kolam renang air panasnya. Bahkan Anda bisa menemukan taman bermain, warung-warung hingga coffee shop.
Ranca Upas cukup populer di beberapa waktu belakangan, karena dianggap sebagai salah satu wana wisata alternatif selain tempat wisata Kawah Putih, yang masih dalam satu wilayah di kawasan kaki Gunung Patuha tersebut.
Sejarah menyebut, awalnya Ranca Upas hanya salah satu tempat pelatihan Kopassus yang berupa hutan belantara dengan rawa yang luas. Setelah hutan tersebut aman dari binatang buas, Ranca Upas pun dijadikan hutan lindung oleh pihak Perhutani dan kemudian membukanya sebagai sebuah bumi perkembahan.
Upas, sosok penjaga 'gaib' keturunan Belanda
Mengutip Food Traveller Bandung, Ranca Upas sendiri memiliki makna khusus yang diambil dari bahasa Sunda. Ranca artinya rawa dan Upas merupakan petugas Perhutani/ranger yang melegenda di wilayah Gunung Patuha.
Diceritakan, jika Upas merupakan sosok petugas berbadan kekar setinggi 198 cm berkebangsaan Belanda. Upas meninggal saat melaksanakan tugas untuk menjelajahi rawa di kawasan itu, yang hingga kini bahkan mayatnya tidak pernah ditemukan.
Pada saat pembangunan kawasan wana wisata Ranca Upas, hanya seorang juru kunci yang bisa melakukan pemanggilan pada rusa-rusa dan memberinya makan langsung. Atas jasanya itulah hingga kini para rusa itu bisa berinteraksi dengan para wisatawan yang datang ke sana.
Baca Juga: Akibat Event Motor Trail, Wisata Ranca Upas Tutup Sampai Waktu yang Tak Ditentukan
Tak ada yang menampik jika Ranca Upas memang memiliki pemandangan yang memanjakan mata serta hawa yang sejuk. Kamu bisa menikmati keindahan pegunungan dan pepohonan di sekitarnya.
Jika membawa keluarga--terutama anak-anak--disarankan jangan lupa membawa jaket tebal, karena menjelang sore udara di Ranca Upas bisa sangat dingin.
Sementara bagi kamu yang ingin berkemah di Ranca Upas, bisa menyewa tenda serta perlengkapannya di warung-warung yang ada di dalam tempat wisata ini. Sewa tenda di sana cukup terjangkau tergantung besarnya tenda. Sedangkan untuk fasilitas kamar mandi dan tempat beribadahnya cukup terawat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Auto Meleyot, Ini 5 Gaya Day Out Kim Bum yang Boyfriend Material!
-
Honor 600 Series Rilis: Desain Mirip iPhone, Bawa RAM 12 GB dan Kamera 200 MP
-
Sujiwo Tejo dan Teater Lingkar Sindir Keras Koruptor Lewat Lakon 'ROJO TIKUS' di Demak
-
Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka
-
Cream Malam Penghilang Flek Hitam yang Bagus Apa? Ini 7 Rekomendasinya
-
Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub
-
Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1
-
Tak Hanya Eropa, Deretan Pemain Brasil Ini Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia! Siapa Dia?
-
Remaja Putri Belum Haid Sampai Usia 14 Tahun, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
-
Senyum Optimis Ammar Zoni di Sidang Vonis Kasus Narkoba: Pasrah atau Siap Melawan?