Poptren.suara.com - Sejatinya, mencabut uban pada bulu area sensitif akan memiliki risiko infeksi, iritasi kulit, dan tumbuhnya rambut yang menyebabkan ketidaknyamanan.
Beberapa dokter dan ahli kesehatan telah menyarankan untuk tidak mencabut uban pada bulu kemaluan, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kulit sensitif, diabetes, atau masalah kulit lainnya.
Rambut kemaluan yang memutih bisa menjadi pertanda vitiligo, sebuah kondisi autoimun yang bisa menyebabkan warna kulit seseorang tidak merata karena kehilangan pigmen.
Vitiligo adalah kondisi seumur hidup, tapi biasanya gejala vitiligo memang baru pertama kali muncul saat dewasa, biasanya di usia 20 atau 30-an.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2017 dalam Journal of the American Medical Association menemukan fakta bahwa lebih dari seperempat dari peserta studi yang mencukur atau mencabut rambut kemaluan melaporkan mengalami cedera, seperti luka dan iritasi kulit.
Selain itu, beberapa ahli kesehatan juga mengatakan bahwa rambut kemaluan dapat memberikan perlindungan alami terhadap infeksi bakteri dan virus.
Namun demikian, jika kamu memutuskan untuk mencabut uban pada bulu kemaluan, ada beberapa saran yang dapat membantu mengurangi risiko cedera dan iritasi. Beberapa saran tersebut adalah:
1. Gunakan pisau cukur atau gunting tumpul yang dirancang khusus untuk memangkas rambut kemaluan, dan hindari menggunakan pisau cukur atau gunting tajam.
2. Pastikan untuk membersihkan area sekitar sebelum mencabut uban, dan gunakan krim atau minyak untuk membantu melembutkan rambut.
Baca Juga: Dokter Boyke Larang Gunduli Rambut Kemaluan Perempuan: Gak Apa-apa Gondrong Sedikit
3. Hindari mencabut uban pada bulu kemaluan yang sangat panjang, karena ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan iritasi.
4. Jangan mencabut uban pada bulu kemaluan setiap hari, berikan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu agar kulit dapat pulih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Promo QRIS Bank Sumsel Babel Ramaikan HUT Sumsel ke 80 di Merchant Favorit Palembang
-
Hadapi Persijap, Persib Bandung Berpotensi Tanpa Marc Klok, Ini Penyebabnya
-
Pidato Perpisahan dengan Barcelona, Lewandowski Tetap Singgung Liga Champions
-
Dipimpin Cristiano Ronaldo, Ini Skuad Mewah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Diinjak hingga Dipukul Double Stick, Cerita Korban Pengeroyokan di Jalanan Pekanbaru
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Menanti Sejarah Baru Banten Selatan: 6 Fakta Menarik Perjuangan DOB Kabupaten Cilangkahan
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi