/
Senin, 27 Maret 2023 | 23:02 WIB
Bulu. (iStock)

Poptren.suara.com - Sejatinya, mencabut uban pada bulu area sensitif akan memiliki risiko infeksi, iritasi kulit, dan tumbuhnya rambut yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Beberapa dokter dan ahli kesehatan telah menyarankan untuk tidak mencabut uban pada bulu kemaluan, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kulit sensitif, diabetes, atau masalah kulit lainnya.

Rambut kemaluan yang memutih bisa menjadi pertanda vitiligo, sebuah kondisi autoimun yang bisa menyebabkan warna kulit seseorang tidak merata karena kehilangan pigmen.

Vitiligo adalah kondisi seumur hidup, tapi biasanya gejala vitiligo memang baru pertama kali muncul saat dewasa, biasanya di usia 20 atau 30-an.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2017 dalam Journal of the American Medical Association menemukan fakta bahwa lebih dari seperempat dari peserta studi yang mencukur atau mencabut rambut kemaluan melaporkan mengalami cedera, seperti luka dan iritasi kulit.

Selain itu, beberapa ahli kesehatan juga mengatakan bahwa rambut kemaluan dapat memberikan perlindungan alami terhadap infeksi bakteri dan virus.

Ilustrasi uban pada rambut. (sumber: Taema/Flickr)

Namun demikian, jika kamu memutuskan untuk mencabut uban pada bulu kemaluan, ada beberapa saran yang dapat membantu mengurangi risiko cedera dan iritasi. Beberapa saran tersebut adalah:

1. Gunakan pisau cukur atau gunting tumpul yang dirancang khusus untuk memangkas rambut kemaluan, dan hindari menggunakan pisau cukur atau gunting tajam.

2. Pastikan untuk membersihkan area sekitar sebelum mencabut uban, dan gunakan krim atau minyak untuk membantu melembutkan rambut.

Baca Juga: Dokter Boyke Larang Gunduli Rambut Kemaluan Perempuan: Gak Apa-apa Gondrong Sedikit

3. Hindari mencabut uban pada bulu kemaluan yang sangat panjang, karena ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan iritasi.

4. Jangan mencabut uban pada bulu kemaluan setiap hari, berikan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu agar kulit dapat pulih.

Load More