/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 10:05 WIB
Ilustrasi depresi (Freepik)

Poptren.suara.com - Depresi adalah klasifikasi gangguan suasana hati seperti perasaan sedih, kehilangan, atau marah yang dapat mengganggu aktifitas seseorang, depresi juga umum terjadi pada sebagian besar manusia. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC, yang dilansir dari laman healthline, sekitar 18,5 persen orang dewasa Amerika mengalami gejala depresi dalam kurun waktu dua minggu pada tahun 2019.

Depresi dan kesedihan memiliki kemiripan, namun depresi berbeda dengan kesedihan. Kesedihan yang dirasakan bisa saja karena kehilangan orang yang dicintai. Kesedihan juga dirasakan setelah mengalami peristiwa kehidupan yang traumatis namun tidak melibatkan kebencian. Sedangkan depresi, biasanya melibatkan kebencian terhadap diri sendiri atau hilangnya harga diri.

Depresi pada setiap orang tidaklah sama. Depresi dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari seseorang yang mengakibatkan hilangnya waktu dan menurunkan produktivitas. Depresi juga dapat memengaruhi hubungan dan beberapa kondisi kesehatan kronis, seperti :

- radang sendi

- asma

- penyakit kardiovaskular

- kanker

- diabetes

- obesitas

Baca Juga: Faktor-faktor Umum Penyebab 'Lahirnya' Masalah Kesehatan Mental

Rasa sedih adalah persaan normal yang pasti terjadi dala hidup seseorang. Namun apabila seseorang merasa sedih atau putus asa secara teratur,bisa jadi orang tersebut mengalami depresi. Jika rasa sedih, jengkel, marah dan muncul rasa benci yang besar, tidak menutup kemungkinan depresi akan menjadi kondisi medis serius dan memburuk jika tidak mendapat perawatan yang tepat.

Gejala umum depresi pada setiap orang tidak sama dan variatif. Gejalanya tergantung dari tingkat keparahan, seberapa sering gejala tersebut terjadi serta berapa lama gejala tersebut berlangsung. Gejala-gejala secara umum diantaranya :

- merasa sedih, cemas, atau "kosong"

- merasa putus asa, tidak berharga, dan pesimis

- banyak menangis

- merasa terganggu, jengkel, atau marah

Load More