Poptren.suara.com - Berdirinya Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta (USAHID), ternyata menyimpan lika liku suka dan duka hingga akhirnya diakui di Kementerian Pendidikan.
Sebagai universitas swasta yang didirikan oleh Sahid Sukamdani, seorang pengusaha nasional pada tahun 1988, ia menyadari belum adanya Fakultas Hukum (FH) di kampusnya.
"Pemilik Usahid mulai menyadari pentingnya Usahid jakarta memiliki Fakultas Hukum. Era reformasi adalah awal negara hukum ingin dijadikan sebagai panglima di negara Indonesia, the role of law not by man," ungkap salah seorang pendiri Fakultas Hukum Usaid Jakarta, Laksanto Utomo, saat berbincang dengan media, beberapa waktu yang lalu.
Atas amanat dalam hal ini Pemilik Yayasan Pendidikan Usahid, sambung Laksanto, pada tahun 2000 , Juliah Sukamdani menugaskan Laksanto bersama Rektor Usahid Prof. Margono, membentuk Tim Pendiri fakultas hukum. Namun sayang Tim Pendiri ini gagal mendapatkan ijin pendirian fakultas hukum. Dirjen Dikti, menolak secara resmi melalui Surat dengan alasan fakultas hukum sudah terlalu banyak, sudah jenuh, perlu moratorium.
Sepertinya dengan alasan Dikti itu, tak ada harapan bisa mendirikan Fakultas Hukum Usahid. Namun atas prakarsa St. Laksanto Utomo dan teman-teman kuliah program doktor hukum UI, yang didukung penuh Rekror Almarhum Prof. Margono, dicoba diajukan lagi ijin pendirian fakultas hukum.
"Tim kedua pendiri fakultas hukum bekerja keras dan cerdas berhari-hari, sampai diinapkan di hotel sekitar Monas untuk menyusun proposal, dengan strategi menfokuskan pada kosentrasi yang waktu itu masih langka, sebab menurut Dikti pendirian FH sudah jenuh dengan program studi yang itu-itu saja," papar Laks.
Maka dari itu Tim merumuskan program konsentrasi Praktisi Hukum dan Hukum Bisnis yang waktu itu masih langka, dengan harapan Dikti bisa setuju. Tim kedua ini merumuskan proposal sebaik mungkin dengan serius di sebuah Hotel, ada rasa kuatir akan ditolak lagi oleh Dikti.
Personalia Tim antara lain: St. Laksanto Utomo, Taufiqurrohman Syahuri, Zen Zanibar (mereka bertiga satu kelas di S3 program doktor Hukum UI), serta dari internal Usahid yakni Iman Basriman dan Sambas. Dengan melalui proses rumit, namun tidak terlalu lama, karena dilakukan pendekatan lobi intensif, diantaranya melalui pertemuan langsung hearing dengan Kemendikbud.
Sementara itu, pencetus FH Usahid lainnya, Taufiqurrohman Syahuri memaparkan, dalam proses pendirian FH Usahid, utusan dari Usahid terdiri dari Tim Pendiri, Rektor dan Ketua Yayasan diterima langsung Menteri Malik Fajar didampingi Dirjen Fikti. Dalam hearing tersebut, ternyata antara Menteri dan Rektor sudah saling kenal sesama aktivis Muhammadiyah. Akhirnya disetujuilah oleh Menteri Pendidikan ijin pendirian Fakultas Hukum tahun 2002. Pengelola pertama fakultas hukum diisi dengan komposisi sederhana, Dekan dipegang langsung Rektor, Sekretaris Dekan St. Laksanto Utomo dan Kaprodi Taufiqurrohman Syahuri, serta Adminitrasi Lisa.
Baca Juga: TNI Tetapkan Siaga Tempur dengan KKB Papua Jadi Persoalan
"Jumlah Mahasiswa pertama sekitar 25 orang. Dua tahun kemudian fakultas hukum memperoleh ijin operasional dari Dikti, dan lima tahun kemudian fakultas hukum memperoleh penilaian Akreditasi pertama kali dengan nilai B gemuk. Yang menarik dari Tim yang dipimpin St. Laksanto Utomo ternyata bekerja secara sukrela," tutupnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Senin Terasa Berat Setelah Libur Panjang? Ini Fenomena Bare Minimum Monday yang Lagi Viral
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Tren Baru Pasca Lebaran: Loud Budgeting, Cara Jujur Ngaku Lagi Bokek Tanpa Malu
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Sinopsis Film Emmy, Angkat Kisah Emmy Saelan: Pahlawan Perempuan Makassar
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Dari Nostalgia Rasa ke UMKM Sukses, D'Kambodja Heritage Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Menghidupkan Kenangan Lewat Rasa, D'Kambodja Jadi Ikon Kuliner Semarang Berkat Dukungan BRI