/
Jum'at, 02 Juni 2023 | 17:12 WIB
Ilustrasi pelaku usaha kuliner. ((Foto: Pexels/Elevate))

Penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, dan hipertensi penting untuk dicegah dengan memerhatikan anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang pembatasan asupan gula, garam, dan lemak (GGL).

Sejalan dengan imbauan Kemenkes tersebut, Product and Nutrition Manager, PR Department PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati mengatakan, sebagai penentu tren kuliner di masa depan, maka pelaku usaha kuliner termasuk para calon chef mulai mempertimbangkan penerapan pembatasan gula, garam dan lemak. 

"Ini penting untuk diperhatikan agar tren kuliner di masa mendatang lebih aman bagi kesehatan dengan tetap mempertahankan unsur kelezatan dalam kreasi menu makanannya," terangnya saat menjadi pembicara di seminar bertema "Modern Cooking" di Poltekpar NHI Bandung yang digelar oleh Ajinomoto melalui Horeka (Hotel, Restoran, Katering) Departemen, beberapa waktu lalu. 
 
Katarina menambahkan, bahwa saat ini pihakanya sedang menggiatkan beberapa inisiatif kesehatan dan pelestarian lingkungan yang dimotori oleh Health Provider yang merupakan sebutan untuk para karyawan di perusahannya – salah satunya kampanye Bijak Garam yang sejalan dengan anjuran Kemenkes RI terkait pengurangan asupan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari. 

“Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi dengan menggunakan MSG secukupnya," jelasnnya. 

Kampanye tersebut, lanjut Katarina, juga merupakan bukti komitmen perusahaannya untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk dan layanan yang berkualitas tinggi.

“Beberapa penelitian seperti yang dilakukan oleh Jeremia Halim et al (2020) menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” ujarnya. 

Load More