/
Senin, 10 Juli 2023 | 13:16 WIB
Ilustrasi daging (Freepik)

Poptren.suara.com - Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan kasus wabah antraks di Gunung Kidul yang memakan korban jiwa, serta puluhan warga lainnya terinfeksi virus tersebut. Berawal dari seorang laki-laki berusia 73 tahun yang terpapar antraks, dinas kesehatan Gunung Kidul segera mencari tahu asal usul wabah tersebut.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa infeksi virus tersebut berasal dari bakteri Bacillus anthracis yang diduga kuat dari proses sembelih hewan yang terinfeksi yang kemudian dagingnya dikonsumsi. Antraks merupakan salah satu penyakit zoonis yang ditularkan hewan ke manusia.

Sebagai informasi, bukan hanya lewat daging yang dikonsumsi, tapi antraks juga bisa menular lewat cipratan darah hewan dan spora bakteri yang tersebar. Lalu, apa ciri-ciri daging yang terkontaminasi antraks ? Dijelaskan oleh Supratikno, selaku Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB, hewan yang terkena antraks berciri-ciri yaitu :

1. Adanya demam tinggi, jalan sempoyongan, kondisi lemah, tremor lalu ambruk.

2. Dyspnea atau sulit bernapas. Artinya hewan kolaps dan mati setelah kejang-kejang.

Supratikno juga menjabarkan ciri-ciri daging hewan yang telah terkontaminasi antraks, yakni :

1. Daging berwarna gelap atau kehitaman;

2. Organ bagian dalam, khususnya limpa, warnanya gelap;

3. Rapuh.

Baca Juga: Keren ! Tetap Pakai Masker Tidak Hanya Mengurangi Resiko Terpapar Covid 19, Tapi Juga Terhindar dari Virus Lainnya

Tidak hanya itu, bakteri ini nantinya akan menginfeksi saluran cerna, atau dikenal dengan istilah antraks pencernaan, dimana bakterinya memicu lepuhan di organ usus yang lambat laun menyebabkan manusia mengalami diare campur darah. Gejala antraks pencernaan diantaranya :

- demam

- sakit kepala

- sakit tenggorkkan

- sulit menelan

- mual dan muntah

Load More