Poptren.suara.com - Sebelumnya, pihak Bali Tower telah berusaha memberikan kompensasi biaya pengobatan senilai Rp 2 miliar kepada keluarga Sultan Rifat Alfatih, korban terjerat kabel fiber optik di Jakarta Selatan. Namun, tawaran uang tersebut ditolak oleh keluarga Sultan karena mereka menganggapnya sebagai penghinaan terhadap nilai kemanusiaan.
Kini, kuasa hukum keluarga Sultan telah melakukan konsultasi hukum dengan Polda Metro Jaya terkait kelalaian yang diduga dilakukan oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk atau Bali Tower, karena kabel fiber optik milik perusahaan tersebut menjuntai ke pinggir jalan dan menyebabkan cedera serius pada Sultan.
Tegar, kuasa hukum keluarga Sultan, menyatakan bahwa tujuan konsultasi ini adalah untuk membuat laporan polisi terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan cedera berat. Selain itu, keluarga Sultan menuntut permohonan maaf terbuka dari pihak Bali Tower sebelum membahas soal pengobatan dan kompensasi.
“Kalau kita bicara soal biaya pengobatan kompensasi dan lain sebagainya itu oke tapi datang dengan cara baik-baik, bereskan dulu masalah yang paling prinsip,” ungkapnya.
Tegar juga menyoroti penolakan kompensasi sebelumnya.Ia menyatakan bahwa uang yang ditawarkan oleh pihak Bali Tower dianggap sebagai upaya untuk membungkam keluarga Sultan dan mengalihkan perhatian dari fakta yang sebenarnya terjadi. Dia menekankan bahwa penyelesaian masalah harus didasarkan pada tanggung jawab dan kesopanan, bukan hanya tentang mencari keuntungan.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Sultan Rif'at Alfatih (20), mahasiswa Universitas Brawijaya terjerat kabel fiber optik yang melintang di tengah Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, 5 Januari 2023 lalu.
Kecelakaan itu mengakibatkan Sultan kesulitan berkomunikasi bahkan tidak bisa berbicara selama hampir 7 bulan. Keluarga Sultan berencana melaporkan perusahaan pemilik kabel optik setelah laporan sebelumnya ditolak. Insiden ini telah menarik perhatian Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati