Poptren.suara.com - Isu lingkungan berupa polusi udara masih menjadi pekerjaan rumah bagi kota-kota urban termasuk Jakarta. Bahkan sudah sebulan terakhir, kualitas udara di DKI Jakarta dan sekitarnya menjadi sorotan. Pada Minggu pagi (13/8/2023), DKI Jakarta sempat menempati posisi puncak kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, menurut situs IQAir.
Berikut fakta polusi udara di Jakarta yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Apa Itu Polusi PM 2.5?
Partikulat atmosfer atau particulate matter (PM) 2.5 merupakan polusi udara yang mengancam kesehatan manusia. Polutan itu terbentuk dari emisi pembakaran BBM kendaraan, minyak, kayu bakar, dsb.
Mengutip data Nafas Indonesia beberapa waktu lalu, PM 2.5 memiliki ukuran yang lebih kecil dari sel darah merah dan tidak dapat disaring tubuh manusia. Polutan tersebut bisa dengan mudah masuk ke sistem peredaran darah dan terperangkap dalam paru-paru.
Jadi, polusi PM 2.5 sudah pasti menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada manusia, antara lain pada ibu hamil yang menyebabkan kelahiran prematur serta mengganggu perkembangan janin.
Lain itu, polutan juga dapat menganggu kesehatan pernapasan manusia, bahkan paling ekstrem dapatmengakibatkan penyakit jantung koroner hingga kanker paru.
2. Meningkat pada Musim Kemarau, Puncaknya Agustus
Musim kemarau dalam sebulan terakhir turut berkontribusi pada meningkatnya polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Hadapi Polusi di Jakarta
Co-Founder Nafas Indonesia, Piotr Jakubowski pernah mengatakan bahwa udara di sekitar daerah penyangga yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) juga tidak sehat. Hal tersebut menandakan polusi di Jabodetabek saling bertukar.
3. Pohon Tak Bisa Sepenuhnya Atasi Polusi Udara
Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dianggap ampuh menjadi salah satu solusi Pemerintah untuk mengurangi polusi udara, pada kenyataannya tidak sekonyong-konyong jadi solusi sempurna atau menjamin tempat itu terbebas dari polusi udara.
Menurut riset oleh Dinas Kehutanan Amerika Serikat (USDA) rata-rata perbaikan kualitas udara akibat vegetasi atau pepohonan di tengah kota hanya berpengaruh 0,05% sampai 0,24%.
4. Polusi Udara di Jakarta Tertinggi Pagi Hari
Beberapa catatan menyebut polusi udara di DKI Jakarta tertinggi masih di pagi hari. Perbaikan udara baru terjadi di jam 11.00 WIB sampai puncak di pukul 15.00 WIB.
Buruknya konsentrasi polusi udara di pagi hari juga disebabkan dengan atmosfer bumi atau Planetary Boundary Layer (PBL). Pasalnya pada pagi hari suhu permukaan bumi jauh lebih rendah dan PBL rendah.
Hal tersebut menyebabkan polutan yang melayang di udara jatuh. Kemudian konsentrasi di dekat permukaan mencemari udara pada pagi hari. Atas dasar itulah masyarakat tidak disarankan untuk melakukan olahraga di pagi hari karena dapat memicu penyakit jantung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi