/
Kamis, 17 Agustus 2023 | 05:03 WIB
Farel Aditya (youtube dr Richard Lee)

Poptren.suara.com - Perseteruan Tiktikers asal Medan, Farel Aditya, terus bergulir usai bersellisih dengan dr Richard Lee. Bahkan disebut karena geram dan kecewa, dr Richard Lee meminta Farel mengembalikan uang sekitar Rp40 juta karena telah membiayainya sekolah.

Farel mengaku terzolimi dengan kasus ini. Tapi bukannya mendapat pembelaan netizen, ia malah dianggap melakukan playing victim atau berperan seolah menjadi korban, padahal dia yang bersalah.

Dalam beberapa catatan, orang yang suka melakukan playing victim acapkali menggunakan sikap ini agar terhindar akibat dari tindakan mereka atau merupakan upaya untuk memutarbalikkan fakta untuk menutupi kesalahannya, dengah harapan mendapat simpati dari orang lain.

Terkait sikap Farel, berikut beberapa contoh perilaku yang kebanyakan membuat para pelakunya untuk melakukan playing victim.

1. Lari dari tanggung jawab

Orang yang terus-menerus menghindari tanggung jawab atas tindakan atau keputusan mereka, tentu dengan dalih bahwa mereka tidak tahu atau tak punya pilihan.

2. Kerap mengeluh

Seseorang selalu merasa bahwa hidup mereka tidak adil, dan suka mengeluh secara terang-terangan serta menceritakan hal buruk yang selalu menerpanya.

3. Mengumbar kesalahan orang lain

Baca Juga: Terus Tuai Gunjingan, Farel Aditya Pernah Tergabung dalam Grup Sesama Jenis "Kaum Pelangi"

Para pelaku playing victim acapkali menyalahkan orang lain atau situasi terkait keburukan atau kesialan yang mereka hadapi atau rasakan.

4. Butuh empati dan mencari perhatian

Yang tak kalah menyedihkan adalah para pelaku playing victim selalu mengumbar masalah mereka kepada lingkungan sekitar, baik itu secara nyata atau di media sosial, dengan tujuan mendapatkan simpati dari orang-orang.

Nah, dari beberapa sifat tadi, apakah Farel Aditya cenderung melakukan hal tersebut?

Load More