Ingat pentas Setelah Lewat Jam Malam? Teater Garasi kali ini unjuk gigi lagi.
Kali ini lakon Teater Garasi berjudul 'Waktu Batu. Rumah yang Terbakar' dihelat di Graha Bhakti Budaya, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 17 dan 18 Agustus 2023 pukul 20.00 WIB.
Pentas Teater Garasi kali ini menyadarkan penonton soal realitas duka ekologis ini digelar juga bertepatan dengan Djakarta International Theater Platform persembahan Dewan Kesenian Jakarta.
Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta Bambang Prihadi mengaku keterlibatan Teater Garasi dalam Djakarta International Theater Platform 2023 yang ke-5 sangat istimewa.
"Dewan Kesenian Jakarta sangat bangga dengan keterlibatan Teater Garasi dalam perhelatan Djakara International Theater Platform ke-5 tahun ini. Menjadi standar proses pencapaian karya untuk karya-karya yang digelar di DITP di masa mendatang," ungkap Bambang Prihadi, Kamis (18/8/2023)
Pementasan 'Waktu Batu. Rumah yang Terbakar' versi keempat Disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin, ini berkolaborasi dengan seniman-seniman lintas disiplin (Majelis Lidah Berduri, Mella Jaarsma, Deden Bulqini, Tomy Herseta, Tri Rimbawan, Yennu Ariendra, Retno Ratih Damayanti, Luna Kharisma, A. Semali). Serta para penampil lintas generasi (Andreas Ari Dwiyanto, Erythrina Baskorowati, Arsita Iswardhani, Tomomi Yokosuka. Enji Sekar, Wijil Rachmadhani, Putu Alit Panca Nugraha, Syamsul Arifin, Putri Lestari).
"Fokus tematik duka ekologis di pertunjukan kali ini merujuk pada perasaan kesedihan yang timbul akibat kehilangan atau kepunahan yang terjadi atau akan terjadi, termasuk kepunahan spesies, ekosistem, dan lanskap berharga, sebagai akibat dari perubahan lingkungan yang akut," kata Yudi Ahmad Tajudin.
Secara khusus, 'Waktu Batu. Rumah yang Terbakar' menggungakan aksi multimedia, antara teater dengan video game, dan sinematografi, serta menguatkan unsur-unsur visual dan tata cahaya.
Pentas 'Waktu Batu. Rumah yang Terbakar' merupakan versi terkini dari proyek panjang Waktu Batu, yang dimulai sejak 2001.
Baca Juga: Kocaknya Gibran Pakai Seragam Petugas Parkir di Pawai Pembangunan Kota Solo: Lupa Nggak Bawa Peluit
Sepanjang 2002-2006, Teater Garasi ini melahirkan beberapa versi pertunjukan yang dipentaskan di beberapa kota di Indonesia, Singapura, Berlin, dan Tokyo.
Pada 2022 lalu, karya ini diundang untuk diciptakan dan dipentaskan kembali di Festival Indonesia Bertutur, Borobudur, Jawa Tengah.
Bulan lalu, pertunjukan ini juga ditampilkan di ARTJOG 2023, Yogyakarta.
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik