Poptren.suara.com - Sering lupa ingatan meski sementara, tolong jangan diabaikan karena bisa saja itu adalah tanda demensia. Faktor usia dan waktu yang terus berjalan, otak manusia cenderung lambat dan menyebabkan hilangnya ingatan yang sifatnya sementara.
Ahli saraf, Aaron Bonner-Jackson, menjelaskan bahwa demensia bukanlah sekadar pikun, namun bukan bagian dari penuaan. Demensia disebabkan oleh banyak hal, termasuk Alzheimer dan Parkinson, dimana keduanya mampu memengaruhi kesehatan mental dan fisik.
Bonner-Jackson mengungkapkan bahwa demensia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami penurunan kemampuan berpikir yang signifikan serta merupakan perubahan akibat penurunan kemampuan mengurus diri sendiri. Demensia memiliki tanda-tanda yang wajib diwaspadai, diantaranya :
1. Melupakan percakapan jangka pendek
Cukup sering dijumpai orang-orang yang lupa dan kesulitan menemukan kata yang tepat ketika berbicara. Apabila terjadi lebih sering lupa dengan percakapan yang dilakukan beberapa menit atau jam yang lalu, atau kesulitan mengingat nama orang-orang terdekat, maka waspadalah.
Bonner-Jackson juga mengungkapkan Alzheimer memiliki ciri yakni kehilangan ingatan jangka pendek, dimana orang yang punya Alzheimer tidak belajar dan menyimpan ingatan baru seperti dulu. Hal tersebut menjadikan mereka akan menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali.
2. Mudah tersesat di tempat yang sering dikunjungi
Apabila tersesat di tempat yang belum pernah dikunjungi memang wajar. Namun apabila mudah tersesat di tempat yang sering dikunjungi, boleh jadi itu gejala awal demensia. Kenapa ? Karena orang dengan demensia mungkin saja bingung meski tempatnya sudah sering dikunjungi.
3. Perubahan suasana hati dan kebiasaan
Baca Juga: Alasan Ikan Hias Baik untuk Menjaga Kesehatan Mental
Orang-orang dengan demensia bisa saja kehilangan minta dengan hal-hal yang sebelumnya mereka sukai, bahakan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi orang yang mudah tersinggung, mudah frustrasi bahkan mudah cemas.
Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah memiliki riwayat kecemasan atau depresi tetapi sekarang mengalami kondisi ini, boleh jadi itu tanda demensia. Namun orang yang memiliki riwayat kecemasan dan depresi, tidak menutup kemungkinan akan lebih sulit untuk melihat tanda-tanda demensia ketika perubahan suasana hati terus berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Bripda 19 Tahun Meninggal Usai Telepon Ibu Saat Sahur, 7 Fakta Dugaan Dianiaya Senior
-
Sinopsis Sinetron 99 Nama Cinta, Samakah dengan Versi Film?
-
Pramono Anung Respons Keluhan Warga, Lapangan Padel Bermasalah Akan Ditertibkan
-
Apakah Sepeda Listrik Lipat Boleh Masuk KRL? Cek 6 Rekomendasi yang Diizinkan
-
Bukan LPDP! 5 Beasiswa Fully Funded Ini Tidak Wajibkan Penerima Kembali ke Indonesia
-
Serbu! 4 Spot Berburu Takjil Paling Hits di Dramaga Bogor untuk Mahasiswa IPB
-
45 Desain Amplop Lebaran Gratis Siap Print, Model Unik Bikin THR Makin Berkesan
-
7 Sepatu Lebaran Tanpa Tali untuk Orang Tua, Jalan Kaki Nyaman Bebas Ribet
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Meledak? Cek 6 Rekomendasi Selis Terbaik Bebas Korsleting
-
Rumus dan Cara Perhitungan THR Kurang dari 1 Tahun, Pekerja Baru Wajib Tahu!