Kemarin, Kamis (8/12/2016) Pertamina meraih penghargaan prestisius dan membanggakan. Penghargaan yang diterima kemarin pagi di Hotel Ritz Charlton Kawasan SCBD Jakarta yang dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Koperasi dan UKM AA Puspa Yoga dan Menteri Pariwisata Arif Yahya yang sekaligus menjadi ketua dewan juri event anugerah yang ke 11 ini, adalah merupakan prestasi membanggakan bagi Pertamina.
Penghargaan pertama yang diterima oleh Pertamina adalah Best of the best Marketing Product Pertalite. Pertalite adalah BBM jenis baru yang dipasarkan Pertamina yang diharapkan dapat menjadi pilihan baru BBM berkualitas non subsidi. Pertalite terus meningkat penjualannya sejak diluncurkan kurang lebih 2 tahun dan mulai menggeser BBM Premium yang memang kualitasnya lebih rendah. Pertalite menjadi produk BBM yang menjadi pilihan jalan tengah antara Premium dengan Pertamax yang harganya lebih mahal dibanding Pertalite. Inovasi produk Pertalite ini ternyata mampu menjadi produk baru pilihan pengguna BBM.
Penghargaan kedua diterima oleh Wakil Dirut Pertamina Ahmad Bambang atas prestasinya semasa menjabat Direktur Pemasaran sebelum digantikan oleh Iskandar beberapa minggu lalu. Ahmad Bambang semasa menjabat Direktur Pemasaran dengan ikon marketing gilanya mampu mendongkrak pendapatan Pertamina ditengah lesunya harga minyak dunia*. Ahmad Bambang juga mampu melahirkan beberapa produk baru seperti Pertalite dan Pertamax Turbo yang sekarang mendapat perhatian khusus dari konsumen BBM. Prestasi itulah yang kemudian Ahmad Bambang diganjar dengan penghargaan prestisius sebaga Best of The Best Marketing 2016.
Penghargaan serupa sebelumnya pernah diraih Ignasius Johan Menteri ESDM, Dahlan Iskan, Arif Yahya Menteri Pariwisata, Emirsyah Syatar Dirut Garuda, Chairul Tanjung CEO Trans Corp dan sederet nama lainnya termasuk Presiden Jokowi semasa menjabat Walikota Solo.
"Publik layak mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh Pertamina kali ini," kata Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) dalam keterangan tertulis, Kamis (8/12/2016).
EWI sebagai lembaga non pemerintah yang aktif selama ini memantau kinerja Pertamina, kali ini sangat turut berbangga atas raihan prestasi tersebut. Berbangga karena Pertamina mampu memberikan alternatif pilihan yang lebih baik dan kompetitif bagi rakyat. "Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada Pertamina, semoga kedepan Pertamina mampu melayani publik nasional dengan kebijakan satu harga seluruh Indonesia sesuai dengan perintah Presiden Jokowi," ucap Ferdinand.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas