Suara.com - SMAN 9 Tangerang untuk keempat kalinya menggelar ajang Nespartion Cup 4.0. Ajang ini menghadirkan kompetisi di bidang olahraga, seni dan kebudyaan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Festival Musik Akustik untuk kalangan SMA dan sederajat. Di tahun yang keempat ini, acara diikuti sekitar 20 grup yang mewakili sekolah masing-masing.
Saat unjuk kebolehan, para peserta pun membuat kagum ratusan penonton yang memenuhi atrium Mall Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (19/10/2019).
SMA Muhammadiyah 2 Tangerang menjadi salah satu peserta festival yang mencuri perhatian. Membawakan dua buah lagu, para personel tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.
"Dengan pakaian ini, kami ingin menunjukkan kalau kita memiliki kekayaan budaya yang patut kita banggakan," kata si vokalis.
Saat tampil, SMA Muhammadiyah 2 Tangerang membawakan satu lagu daerah dan satu lagu populer yang diaransemen ulang. Tepuk tangan pun riuh untuk mereka.
Sementara itu, Boedie Soekarno sebagai salah satu juri mengaku kagum dengan bakat-bakat musik yang ditampilkan peserta. Meski masih banyak kekurangan di sana-sini, namun Boedie kagum dengan semangat serta skill yang ditunjukkan para peserta.
"Saya melihat gagasan dalam mengaransemen sebuah lagu, menjadi salah satu potensi anak-anak milenial sekarang. Karena tidak ada larangan untuk mereduksi daya khayal mereka. Jadi bebas, memungkinkan untuk berkreativias lebih besar," kata Boedie Soekarno.
Boedie Soekarno pun berharap ajang-ajang seperti Festival Musik Akustik ini sering-sering diadakan oleh siapapun. Tujuannya jelas, untuk menyalurkan bakat-bakat, serta menggali potensi yang ada pada anak muda saat ini.
Baca Juga: Gara-gara Ini, Ashanty Bikin Lagu untuk Anaknya
"Karena minat anak muda terhadap musik itu besar sekali. Dengan adanya festival seperti ini, minimal bisa memberikan jalan mereka untuk mencoba potensinya. Karena menang atau kalah itu bukan tujuan utama," tutur Boedie Soekarno.
Acara puncak Nespartion Cup 4.0 akan berlangsung di SMAN 9 Tangerang pada 22 Oktober 2019. Acara puncak akan diramaikan dengan berbagai pertunjukkan seni dan budaya, dimana grup RAN menjadi salah satu penampil.
Berita Terkait
-
Pedro Pascal Terjun ke Dunia Musik di Film "Behemoth!", Intip Teasernya
-
Rencana Gila FIFA di Final Piala Dunia 2026, Bakal Ada Konser Musik di Jeda Babak I
-
Note of Mothership: Pesan Kemanusiaan Karya Anyar Legenda Musik Jepang Haruomi Hosono
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Nadine Kei Inara Buktikan Logika Data Science dan Jiwa Seni Bisa Berjalan Beriringan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing
-
Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta
-
Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan
-
Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar
-
Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
5 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Binjai
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi