Suara.com - Bertepatan dengan event TaniHub Group yaitu pembukaan cabang wilayah Bali hari ini, 30 Januari 2020, AksiMuda sebuah non-profit organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kepedulian lingkungan menandatangani MOU kerjasama dengan TaniHub Group, agritech startup Indonesia.
Peresmian kerjasama dan Kolaborasi Perubahan Baik ini ditandatangani oleh CEO dan Co-Founder TaniHub Group, Ivan Arie Sustiawan dan CEO AksiMuda, Dera Perdhana Sophian.
Wujud sinergi ini adalah sebagai upaya membantu petani khususnya di Wilayah Bali melalui Program Aksimuda, yaitu Aksi Pertanian. Adapun program kerjasama ini berangkat dari kepedulian AksiMuda terhadap nasib Petani yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak layak.
Ivan dalam kesempatan ini menekankan pentingnya berkolaborasi untuk mempercepat proses penyaluran bahan pangan ke petani dan membuat impact social bagi petani khususnya di wilayah Bali. TaniHub Group membawa gerbong kebaikan dengan berkolaborasi dengan Aksimuda untuk penghimpunan donasi kepada petani di Bai.
Misi dari kerjasama antara TaniHub dan Aksimuda ini mengusung salah satu Program Aksimuda yaitu Program Pemberdayaan dengan fokus utama petani Indonesia. Program Pemberdayaan adalah Program Aksimuda dengan tujuan jangka Panjang bagi petani, keluarga petani dan wilayah sekitarnya yang berbasis ekonomi, Pendidikan, kesehatan, dan social dengan program seperti :
- Makan gratis untuk petani dhuafa
- Sembako gratis untuk petani dhuafa
- Klinik untuk petani dhuafa
- Sekolah & beasiswa untuk anak petani Indonesia yang berprestasi.
Baca Juga: Tekan Penyalahgunaan Pupuk Subsidi, Petani di Agam Terima Kartu Tani
AksiMuda akan terus berAksi dan mengajak masyarakat serta institusi terkait bahu membahu untuk turut mendukung usaha dan berupaya sebaik-baiknya untuk menyalurkan donasi sesuai dengan program yang dipilih oleh para donatur.
Khusus untuk membantu petani Indonesia, AksiMuda menyediakan link donasi di
Berita Terkait
-
Kementan: Petani yang Gagal Panen karena Kekeringan Bisa Ganti Rugi
-
Kementan : Petani Daerah harus Paham soal Layanan Jasa Mesin Pertanian
-
Pantau Program Bantuan untuk Petani, Kementan Pakai SiManis dan MPO
-
Cerita Prabowo Bawa Anak Petani Jadi Atlet Polo, Disegani di Luar Negeri
-
Jasindo Butuh Dukungan Pemda Realisasikan Asuransi Petani
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah