Suara.com - Kain ulos dari Sumatera Utara sudah sangat terkenal dan secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Namun ulos karya Torang Sitorus memiliki sentuhan yang berbeda dan akan diperkenalkan di ajang Adiwastra Nusantara 2020.
Ulos biasanya dibuat seperti songket dengan menggunakan alat tenun. Namun ulos selama ini juga dikenal dengan kainnya yang kasar karena bahannya dari benang-benang sintetis.
Sementara karya Torang Sitorus memiliki keistimewaan dengan menggunakan benang dari katun silk Jepang, sehingga terasa lebih lembut dan ringan.
"Kebanyakan kainnya itu kasar karena benang-benang sintesis. Karena mereka hanya terampil menenun tapi tidak paham kualitas bahan karena kan penenun atau pengrajin. Karya tenun itu harus didukung dengan bahan berkualitas baru dapat hasil yang terbaik," kata Torang Sitorus, saat ditemui di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Tak hanya memikirkan kualitas bahan saja, kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara, 24 September 1977 itu jenis kain Tumtuman sekarang ini cukup populer. Torang pun menggunakan pewarnaan alam seperti indigo, kayu mahoni dan tanaman-tanaman yang ada di sekeliling Toba. Pemilihan warna pastel, merah, gold, kuning kunyit dan hitam mendominasi koleksinya.
"Ada dua tipe warna, satu pewarnaan alam dan satu lagi shining yang silky cotton itu, orang-orang atau pasar kan menuntut kita untuk bikin kainnya jadi dari bahan-bahan yang berbeda," jelasnya.
Keistimewaan inilah yang membuat Torang Sitorus berani memamerkan karyanya di ajang Adiwastra Nusantara yang akan diadakan pada 24-29 Maret 2020 di Hall A & B, JCC, Senayan, Jakarta.
Menariknya, Torang Sitorus mengaku mempersiapkan karyanya selama enam bulan. Torang tak mau main-main dan ingin memberikan karya terbaik di ajang ini.
"Adiwastra saya pikir bergengsi, sudah sepatutnya pengrajin-pengrajin di daerah itu dikasih kesempatan. Karena jujur tanpa sponsor kita susah. Sulit untuk diakses ke Jakarta. Ini kesempatan besar buat para pengrajin," ucap Torang Sitorus.
Baca Juga: Lestarikan Wastra, Perempuan Pelestari Budaya Gandeng Dian Oerip
Tidak hanya memamerkan kain ulos saja di Adiwastra Nusantara, Torang juga akan memperkenalkan buku yang ditulisnya berjudul The Batak Ulos. Buku ini membahas semua jenis ulos dari setiap daerah di Sumatera Utara.
"Memang belum rilis bukunya, tapi momen ini kita pakai untuk pra-launching, kita juga ingin perkenalkan di Adiwastra. Jadi tentang masing-masing kain disetiap daerah yang antik," tutur Torang Sitorus.
Berita Terkait
-
Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO
-
Pesona Kahiyang Ayu di Pelantikan Bobby Nasution: Perpaduan Elegan Ulos dan Berlian
-
Momen Haru Valentino Jebret Kasih Kenang-kenangan untuk Shin Tae-yong: Ini Lambang Kehangatan Masyarakat Indonesia
-
Dampingi AHY Terima Penghargaan dari Presiden, Intip Gaya Annisa Pohan Padukan Ulos Batak dengan Tas Mewah Puluhan Juta
-
Hadiri Pesta Bersama Suami, Erina Gudono Tampil Mewah Pakai Busana dari Kain Ulos!
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!